PSV untuk steam masuk kategori safety valve (untuk compressible fluid) karakteristik nya quick popping tidak dapat digunakan untuk non- compressible fluid ( liquid) , liquid harus menggunakan relief valve dimana bukaannya lebih smooth/ proposional, kalau water menggunakan quick popping maka akan terjadi water hammer.

Tanya – ari widodo

Dear rekans,

Mohon pencerahannya. Plant kami membutuhkan PSV utk water dgn set pressure 500 psig, tipe PSV 4M6. Kebetulan di shop tersedia PSV dgn tipe sama dan set pressure yg sama, hanya beda di fluid service yaitu utk steam. Yg saya ingin tanyakan, apa konsekuensinya bila saya menggunakan PSV utk steam ini dipasang di sistem saya (water). Terima kasih.

Tanggapan 1 – Moh Darwis

Pak Ari,

Fluidanya berbeda fase, yang satu vapor dan yang lain liquid.

Coba disize ulang untuk water dengan terlebih dahulu menetukan loadnya – tergantung dari case yang dipilih.

Based on load tsb, dapat dihitung orifice area of PSV yang diperlukan – API 521 & 520.

Based on orifice area yang diperlukan, dapat dipilih orifice area of PSV yang akan digunakan – API 526.

Yang ditakutkan, adalah PSV-nya kekecilan dan kebesaran.

Tanggapan 2 – ari widodo

Pak Darwis,

Terima kasih atas responnya. Saya sudah sizing kebutuhan flowrate dan set pressure. Cocok pak, saya butuh 4M6. Nah, setelah itu saya cari2 di workshop, tyt ada satu PSV yg nganggur. Tp setelah saya cari info ke manufakturnya, tyt dari serial numbernya diketahui bhw itu utk vapor (steam). Jd pada dasarnya size orifice dan set pressure yg saya butuhkan cocok, hanya saja fluid servicenya utk vapor (steam), pdhl saya butuh utk liquid (water). Kira2 klo saya memaksakan memakai PSV ini, konsekuensinya seperti apa.

Tanggapan 3 – ‘weko abhinimpuno’

Menambahkan yang disampaikan oleh pak Ari. Fluidanya berbeda density; serta yang satu compressible dan satu uncompressible. Kemungkikan besar orifice berbeda (berbeda kapasitas).

Selain itu; diperhatikan juga masalah nameplate, stamping dan sertifikasinya.
Takutnya nanti bermaslah ketika register sertifkasi dari Disnaker/Migas.

Tanggapan 4 – ‘C Rohandi GM’

Pak Ari,

* PSV utk steam msuk kategori safety valve (utk compressible fluid) karakteristik nya quick popping tdk dpt digunakan utk non- compressible fluid ( liquid) , liquid hrs menggunakan relief valve dimana bukaannya lbh smooth/ proposional, kl water menggunakan quick popping maka akan terjadi water hammer.

* range pressure spring pd PSV utk steam tsb sdh memperhitungkan factor koreksi temperature, ketika digunakan utk water yg temp lebih rendah pasti range pressure springnya berubah

Sertifikasi ASME nya juga berbeda jd utk safety kita tdk boleh main2, missal terjadi sesuatu krn overpressure ini kmudian dilakukan audit pasti bpk ada dlm masalah besar.

Terima kasih.

Tanggapan 5 – Crootth Crootth

Dear All,

Apa yang diutarakan oleh kang Cecep di bawah ini adalah benar adanya, namun perlu saya tambahkan karena memang persoalan yang diperikan oleh mas Ari tidak terlalu jelas bagi saya:

1. Apakah yang diinginkan itu PSV (Perlindungan OverPressure) karean Blocked Discharge? Runaway Reaction? atau Thermal Expansion?

2. Kang Cecep telah menyebutkan liquid hammer yang musti dihitung ulang jika hendak menggunakan PSV untuk mengatasi overpressure, seberapa cepat dapat diakomodasi dengan PSV yang khusus untuk steam? Apakah kerentanan terhadap korosi yang dimiliki PSV untuk steam dan PSV untuk liquid sama?

Tanggapan 6 – ‘C Rohandi GM’

Setuju dg cak Dar

Boleh dilihat di API 520 dan bandingkan design dr trim (wetted parts) PSV utk gas/vapor dengan trim dr PSV utk liquid , terlihat berbeda dan itu bukan tanpa tujuan.
Atau kalau mau lebih jelas bisa lihat di design kepunyaan factory pembuat, biasanya ada di catalog masing2.

Kemudian testing pd sertifikasi ASME bisa dilihat di nameplate aplikasi gas/vapor akan di test menggunakan ‘air’ kemudian aplikasi liquid akan di test menggunakan water, steam akan menggunakan steam

Terima kasih,

Tanggapan 7 – ari widodo

Kang Cecep dan Mas Darmawan,

Terima kasih atas informasinya. Klo begitu saya cerita saja sekalian ya. Saya merencanakan utk mere-route discharge pump (soft water) dan tie-in ke FRP line. Pump yg akan saya gunakan tipe PD, head >1300 psig, dan saya akan gunakan 10 pumps. Sedangkan FRP line hanya didesain sampai 700 psig. Di masing2 pump discharge sdh ada PSV, set di 1500 psig. Nah, di header line yg menggabungkan 10 pump discharge itulah saya ingin memasang 1 PSV lagi utk melindungi FRP line, dan dari kalkulasi pressure drop saya dapatkan set pressure di 500 psig dgn memperhitungkan pressure di upstream FRP line.

PD Pump ini sebelumnya feeding ke Steam Generator dan terbiasa bekerja di pressure 1200-1300 psig. Nantinya PD Pump ini tidak akan feeding ke Steam Generator lagi dan langsung ke FRP line, pressure sekitar 300-400 psig tergantung pressure di upstream FRP line. Setelah saya lakukan sizing PSV, ketemu tipe orifice yg saya butuhkan adalah tipe M. Juragan saya ingin project ini Put In Service 3 bln lagi. Yg jadi critical path adalah purchase PSV baru yg bisa makan waktu 6 bulan lebih. Opsi yg ada adalah mencari PSV yg ada di shop. Yg saya dapat memang cocok, set pressure di 500 psig dan tipe orifice M. Tapi PSV ini sebelumnya digunakan utk steam. Kami tetap akan membeli PSV baru, dan PSV steam ini akan digunakan sementara saja. Tapi saya setuju dengan Mas Darmawan dan Kang Cecep. Utk itulah saya bertanya pada para suhu PSV disini, agar saya tidak memaksakan diri melakukan sesuatu yg melanggar regulasi dan safety. Karena klo sampai masuk penjara, kayaknya tidak ada jail allowance dari kumpeni.

Hammering issue akan saya sampaikan ke juragan saya. Apakah ada konsekuensi lain yg perlu diperhitungkan dari skenario ini? Mohon advice dari rekan2 semua.

Tanggapan 8 – Crootth Crootth

Mas Ari,

Impact ‘chattering’ sudah diprediksikan? Mengingat mas ari memasang ‘cuma’ satu PSV untuk 10 pompa. Patut diingat bahwa kapasitas atau pressure set point yang terlalu tinggi dari normal flow, akan menyebabkan chattering. Despite, saya ga tau apakah 10 pompa itu bekerja simulatan apakah on-off, apakah 5 on – 5 off, ataukah 1 on 9 off, atau?

Tanggapan 9 – ari widodo

Mas Darmawan,

Terima kasih. Ada beberapa faktor yg saya perhitungkan dalam skenario ini. Selain set pressure, salah satu faktor lain adalah jumlah fluida yg bisa dilewatkan oleh valve dan tidak membuat over pressure equipment yg diproteksi. IMHO, bila flow capacity valve ini terlalu kecil, ada kemungkinan PSV tidak merelease fluida dalam jumlah yg cukup dan pressure akan build up. Built up pressure ini bisa melebihi set pressure dari relief valve dan akhirnya tidak menyediakan proteksi seperti design yg diperuntukkan. Bila orifice terlalu besar, PSV akan membuka, pressure turun dgn cepat hingga dibawah set pressure, dan PSV akan kembali menutup. Bila pressure build up secara kontinyu, PSV akan mengalami siklus open dan close, dan ini yg saya pahami sebagai ‘chatter’ (tolong dikoreksi mas, bila saya keliru memahami) yg bisa mengakibatkan kebocoran pada PSV. Bila memang skenario ini akan dijalankan, saya sudah meminta utk disediakan dedicated operator yg menjaga 24 jam pompa2 ini dan mematikan pompa bila PSV popping, utk meminimalkan resiko chattering.

Isu lainnya adalah pressure di piping tempat relief valve di discharge. Bila pressure ini lebih besar 10% dari set pressure, saya perlu mengkonsider operasi valve. Maka discharge relief valve ini saya buat atmospheric ke parit saja (fluidanya pun hanya soft water dan sudah melalui water treatment plant), jadi tidak ada kontaminasi ke lingkungan dan juga bisa release ke atmosfer.

Saya juga sedang menunggu konfirmasi dari vendor PSV tsb, utk menentukan apakah PSV ini cocok utk servis yg baru. Tentu saja saya harus mencari second opinion, salah satunya dari mas Darmawan dan rekan2 milis.

Mengenai jumlah pompa yg running, flowratenya tidak tetap. Bisa 3 pompa, 4 pompa, tapi maksimal 9 pompa dan 1 spare. Sistem ini hanyalah sebagai pelengkap utk injeksi ke disposal well saja. Line FRP tempat tie-in pompa2 ini adalah header line yg menuju ke disposal well. Ada 6 pompa lain yg berasal dari 3 Gathering Station kami yg masuk ke line FRP ini. Kapasitas disposal well seharusnya 45rb bpd, tp saat ini hanya beroperasi 21 rb bpd, itupun kadang2 kurang dari 15rb krn 6 pump dari 3 GS itu beroperasi berdasarkan tank level (High Level dan Low Level). Nah, 10 pompa yg akan masuk ke FRP line ini hanya utk memaksimalkan fluid yg masuk ke disposal well menjadi 45 rb bpd. Bila dari 3 GS hanya mengirim 21 rb, maka 24rb lainnya disuplai dari pompa sistem baru ini. 1 pompa kapasitasnya 3500 bpd. Dgn memaksimalkan injeksi disposal well ini, kami bisa meningkatkan produksi di upstream facility.

Saya temukan juga 2 PSV di shop yg set pressurenya di 500 psig dan service fluidnya water. Hanya saja ukurannya 2×3, tidak bisa menghandle 9 pompa. Sambil menunggu pembelian tipe PSV yg sesuai, kami akan memasang 2 PSV ini. Dan sbg konsekuensinya, kami tidak boleh mengoperasikan pompa melebihi kapasitas PSV, yg artinya tidak bisa segera memaksimalkan fluid utk injeksi ke disposal. Kenaikan produksi juga tidak bisa segera maksimum dan ujung2nya kurang dari segi benefit. Tapi saya melihat ini skenario paling aman yg bisa diambil.

Anyway, saya masih penasaran dgn penggunaan PSV steam utk liquid service. Please advise bila ada faktor2 lain yg saya lewatkan lagi.

Tanggapan 10 – ‘C Rohandi GM’

Mas Ari,

Betul yang dibilang cak Dar ada potensi chatter yang cukup tinggi. Karena mas ari tentunya melakukan sizing utk kapasitas max (=10 pompa) pdhl mungkin tdk semua pompa operasi .

Solusinya bisa 2 :

1. Gunakan multiple PSV s

2 . Atau bisa gunakan 1 PSV M orifice tadi tapi hrs digunakan PSV jenis pilot operated modulating type utk mencegah terjadi chatering, krn PSV jenis ini bisa membuka dg kapasitas sesuai kebutuhan, tdk perlu sampai full lift. Dan utk M orifice pilot operated bisa jadi lebih murah dr direct spring , disamping beberapa feature lain yg dimiliki pilot operated.

Tanggapan 11 – brian.octavianus

Mas Ari,

sebenarnya ga masalah, kecuali sebaliknya. maaf kalau saya salah mungkin dari rekan yg lain bisa membenarkan.