Umumnya pemanasan pada liquid yang ditransfer merupakan salah satu jalan/alternatif yang dapat ditempuh. Pemanasan dapat menggunakan media pemanas yang dicampurkan ke crude yang ditransfer atau memakai Heating Booster Station di bbrp tempat dipipeline yang mana suhu crude telah terindikasi mendekati suhu beku Wax. Cara kedua (Heating Booster) , umumnya sukar dilakukan untuk Offshore, namun menjadi alternatif yang dapat dilakukan untuk onshore.

Tanya – a.kridarso@petrochina

Rekan2 Oil& Gas Yth,

Mungkin dari rekan2 ada yang pernah mengalami Problem Wax/ Parafin di Pipeline instalasi offshore untuk pipa minyak sehingga mengakibatkan Pipeline tersumbat (Plugged). Bagaimana cara / metode mengatasinya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengatasinya.

Adapun data dari pipeline adalah sebagai berikut :

Pipa minyak offshore sepanjang 18KM, dengan diameter 10inch, dilengkapi dengan Launcher (upstream) dan di downstream hanya dengan PLEM dan umbillical 8′ diam langsung ke Mooring Buoy. ( Tekanan Operasi 300psig dan temperatur 100degF di FPSO).

Terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – Iwandana.Soendoro@conocophillips

Pak Aditya,

Hal yang serupa di COPI men-design suatu offshore pipeline yang membawa crude yang waxy ada beberapa yang kita lakukan

Pencegahan:

Kita menggunakan insulation berupa 4 layer PP untuk menjaga heat didalam pipa karena kalau sampai turun panasnya maka akan terjadi waxy
Menganalisa menggunakan pipesim untuk hydrolic analysis biasanya kita kerja sama dengan orang proses untuk mengoptimumkan pressure dan temp di dalam pipa dan juga apakah perlu ditambahkan bahan kimia atau sejenisnya yang dapat menjaga crude tersebut selama didalam pipa

Penanggulangan:

Apabila terjadi penggumpalan atau waxy, orang proses lebih tau bahan kimia apa yang dapat di semprotkan sehingga gumpaln tersebut bisa mencair lalu kita launch pig untuk membersihkan pipa

Mungkin teman – teman lain ada yang menambahkan

Tanggapan 2 – rigun_indonesia

Umumnya pemanasan pada liquid yang ditransfer merupakan salah satu jalan/alternatif yang dapat ditempuh. Pemanasan dapat menggunakan media pemanas yang dicampurkan ke crude yang ditransfer atau memakai Heating Booster Station di bbrp tempat dipipeline yang mana suhu crude telah terindikasi mendekati suhu beku Wax. Cara kedua (Heating Booster) , umumnya sukar dilakukan untuk Offshore, namun menjadi alternatif yang dapat dilakukan untuk onshore.

Tanggapan 3 – ardiann

Mencoba menambahkan saran Bapak.

Alternatif lain adalah kombinasi antara chemical solvent, temperatur (sesuai dgn temperatur lelehnya fluid/wax) dan pigging.

Perkembangan baru mengenai hal ini terjawab dalam disiplin ilmu FLOW ASSURANCE. Kok chemical dalam hal ini bisa dianggap ‘dewa penyelamat’?

Saya janji akan cerita lebih lengkap mengenai teknik di atas setelah sampai kantor, maklum masih remotes.

Tanggapan 4 – bweliyanto/b>

Pak Adit,

It is obviously much easier to apply preventative maintenance (i.e. avoid waxing in the first place by regular pigging or injecting wax dispersant) compared to removing a stuck wax plug. However, a stuck wax plug can be removed by flushing the wax using a pig train with suitable chemical. A simple pig may be suitable, otherwise consider a flushing pig which injects chemical (e.g. HCL acid) when the pig encounters a blockage.

I have included a few web links which offer a limited number of possible solutions you should consider:

1) pig the flowline using a dual-diameter scraper pig (assuming you need to pass from 10in to 8in ?);

http://www.pipe-line.com/archive/archive_98-08_dwt/98-08_dwt_engineers-lino.html

2) inject wax dispersant;

http://www.kostatech.com/kostatech/pands.html

http://www.starpig.com/jetstream_paper.htm

Some general discussion of the waxing phenomenon and removal is contained below
http://www.bakerhughes.com/bakerhughes/inDepth/72k/Petrolite.pdf

Last resort (you don’t want to do this), the most expensive way, is replacing the line section. Agree with pak Iwandana&Ardian, detailed flow assurance analysis will help to oversee the problem. Olga2000 is another good software in flow assurance analysis. Semoga membantu!

Tanggapan 5 – cahyo@migas-indonesia

Rasanya, plant-nya Vico yang bernama Pamaguan , juga punya karakteristik yang sama, yaitu ber-pour point sangat tinggi.

Dulu ada ide untuk menggabungkannya dengan gas hasil kompresi kompresor recip-nya, yang di commingle dengan minyak berat tersebut. Dengan cara ‘meng-idle-kan’ satu coolernya supaya minyak berat tersebut terpanaskan oleh panas dari kompresi. Bagaimana efenya terhadap kompresor itu sendiri, saya tidak tahu detil (Power, TSHH, PSV-settle out pressure- based, material, korosi ???)

Mungkin para rekan dari Vico, Pak Tahz, Mas Arief, Apriandy, Darmawan, Cahyono, Beny R, dst, bisa bercerita lebih banyak.

Tanggapan 6 – a.kridarso@petrochina

Dear Rekan2 semua,

Terima kasih atas respons yang diberikan kepada saya, mengenai permasalahan Wax di offshore pipeline yang kami alami didaerah operasi kami di Tuban East Java.

Mungkin apa yang rekan2 semua sarankan mengenai penggunaan chemical/solven untuk mengatasi problem wax tersebut sesuai dengan program company kita untuk mengatasi wax tersebut. Pada kesempatan ini saya akan share pengalaman yang dapat saya petik setelah dapat mengatasi wax problem di pipeline kita sbb:

1. Pertama-tama kita mencoba menginjesi air laut tanpa chemical dari upstream pipe sampai 3400psi holding and release selama 2 hari tetapi tidak ada indikasi flow di downstream or PLEM.

2. Dengan asumsi plug ada disekitar PLEM/downstream

3.Kemudian kita mencoba inject (Sea water + toluene and xylene product by BJ) dengan pressure 2400psi dengan chemical sebanyak sekitar 250bbl dengan system push hold and release. Selama 4 hari dari PLEM/downstream to upstream, kondisi masih plug tetapi ada indikasi sedikit bahwa chemical larut kedalam wax.

4. Baru kemudian kita coba pumping dari upstream ke downstream lagi dengan seawater dengan rate 2bbl per min, pada waktu pressure 1900psi terlihat adanya flow ke downstream, flow berjalan terus walaupun lambat sekitar 22 bbls per 30mnt dan pressure terus menerus turun dan kontinue terus setelah 12 jam di tanki downstream telah flow sekitar 2200bbls, 10 psi.

5. Dan agaknya masalah plug di pipa sudah dapat teratasi

6. Baru kita nyalakan Boiler and pumping crude continuesly.

Dapat saya ambil kesimpulan disini, bahwa untuk mengatasi masalah wax kita tidak usah terlalu panik, banyak product chemical yang dapat dengan cepat mengatasi masalah tersebut tetapi harus dengan pemahaman, perhitungan dan komposisi yang tepat. Dan cara inilah yang paling murah dan efectif.

Semoga bermanfaat untuk rekan2 yang lain.