Gelombang ultrasonik adalah gelombang mekanik yang memiliki frekuensi > 20kHz.Gelombang dihasilkan oleh probe berdasarkan perubahan energi listrik menjadi energi mekanik dan sebaliknya.
Metoda ini dapat dipakai untuk mengetahui jenis bahan, tebal dan adanya suatu diskontinuitas. Gelombang yang dipancarkan dari probe berasal dari suatu kristal yang dapat menimbulkan piezoelectric effect. Suatu diskontinuitas akan memantulkan gelombang ultrasonik sehingga dapat diketahui posisi dan jaraknya.

Tanya – Roni.Hidayat.Komara@Newmont

Rekans,

Mungkin bisa share seputar pengaruh magnet (medan magnet)terhadap probe/transducer pada ultrasonic thickness tester? Juga apabila dilakukan de-energized dan atau jika upaya demagnetized?

Thanks banyak sebelumnya,

Tanggapan 1 – hadi muttaqien

Dear Roni,

Saya pernah melakukan test tickness 3LPE coating pada pipa coating dibawah jaringan sutet/listrik tegangan tinggi ternyata hasilnya tidak akurat setelah kita membandingkan dengan melakukan test thickness dilokasi yang berbeda atau berjarak 100 m dari jaringan sutet. Saran saya sih jangan melakukan test ultrasonic thisckness dilokasi yang kena pengaruh medan magnit listrik, terutama melakukan test/inspeksi dibawah jaringan listrik tegangan tinggi/sutet.

Tanggapan 2 – Roni.Hidayat.Komara@Newmont

Pak Hadi,

terima kasih banyak atas share pengalamannya. Kecurigaan yang kuat atas pengaruh medan magnet terhadap pembacaan U/T gauge semakin bertambah.

Dalam kasus yang berbeda, ketika magnetif field di de-energize, apakah ada pengaruh langsung ke U/T gauge? Kalo ya, seberapa lama itu bisa kembali ke kondisi ‘normal’ mengingat ada pengaruh hysterisis curve?

Atau apa diperlukan demagnetized effort? Anyway, kami memiliki fasilitas belt magnet pada conveyor circuit untuk ‘mengangkat’ sisa grinding mill ball yang ikut tergerus dan lolos terbawa untuk masuk ke pebble crusher circuit. Beberapa kondisi magnetic plate terkena hantaman steel ball approx.dia.4mm. membuat semacam cekungan yang membahayakan internal magnetic system itu sendiri.

Tanggapan 3 – Dirman Artib

Mungkin bukan karena gelombang ultrasonic nya dipengaruhi oleh medan magnet sang sutet, tetapi lebih kepada instalasi electronic/electric dari perangkat instrument tersebut yg dipengaruhi electromagnetic sutet.

Tanggapan 4 – priyo sesotyo

Rekan2 sekalian,

Mohon di-share informasinya, bilamana ada yang memiliki pengalaman terhadap pengaruh E/M field terhadap DCS/PLC.

Bilamana memang ada pengaruhnya, adakah batas maksimal yang dapat ditoleransi oleh DCS/PLC ?

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 5 – farabirazy albiruni

Maaf, cuma mo kasih pertanyaan sedikit mengenai test UT.

Pak Hadi, anda melakukan test thickness coating dengan UT atau dengan ET? Karena setau saya, untuk mengukur thickness coating yang menyatu dengan base metal, anda tidak bisa ukur ketebalan coating dengan UT, kecuali interface antara coating dengan base ada udara. ET digunakan untuk mengukur tebal coating non magnetic di atas base yang magnetic.

Terus mengenai gelombang UT sendiri, secara fisika gelombang UT adalah gelombang mekanik dan bukan gelombang elektromagnetic yang bisa dipengaruhi oleh medan magnet arah rambatannya. Kalau uji menggunakan ET, memang sangat dipengaruhi oleh medan magnet. Bisa kasih penjelasan mengenai ini?

Tanggapan 6 – soedardjo@batan

Teman saya menggunakan WIN37DLK PLUS Panametrics NDT (UT) dapat mengukur ketebalan multilayer termasuk coating.

Tanggapan 7 – hadi muttaqien

Pak Abie,

Waktu itu saya menggunakan Minitest Microprocessor Coating, principle: Magnet-Inductive/Eddy Current.

Tanggapan 8 – farabirazy albiruni

Terima kasih Pak Hadi buat jawabannya, dan itu memang yang saya harapkan.
Kalau anda menggunakan ET, pasti hasilnya sangat tidak akurat bila dilakukan di area yang kena pengaruh medan magnet.

Untuk menjawab Pak Dirman, memang benar bahwa gelombang ultrasonic dalam aplikasi NDT dihasilkan oleh material pizoelectric. Namun, secara fisika, gelombang ultrasonic ini tidak dipengaruhi oleh medan magnet. Dan pizoelectric bukan satu2nya sumber gelombang ultrasonic di alam.

Selain itu, dalam kasus Pak Soedarjo yang menggunakan UT untuk mengukur tebal coating, mungkin bisa dilihat spec alat tersebut pak, karena UT sangat tidak akurat untuk mengukur benda yang sangat tipis seperti coating (ukuran dalam mikron) akibat adanya dead zone meskipun sudah bisa dihilangkan dengan teknik twin transducer. Berapa tebal coating minimum yang bisa diukur dengan alat itu pak bila menggunakan teknik UT?

Tanggapan 9 – soedardjo@batan

Yth. Pak farabirazy albiruni

Benar Pak, alat yang pernah saya sebutkan menngunakan DUAL Transducer.
Alat sendiri hanya mampu mendeteksi ketebalan dengan jangkauan 0,5 mm hingga 508,0 mm, walau resolusinya dapat encapai 0,01 mm atau sekitar 10 mikrometer. Saya tidak tahu, ketebalan coating biasanya berapa mikrometer?.

Sedang transducernya sendiri mempunyai spesifikasi tersendiri, yang kelihatannya untuk ketebalan orde mikron tidak mampu. Misal pada mode Echo to Echo dengan transducer type D798 jangkauan ketebalannya adalah (1,5 hingga 7,50 mm), D790/791 (2,0 – 50), D797 (12,5 – 125), M201 (1,25 – 12,5)

Tanggapan 10 – Dirman Artib

Wah Pak Soedardjo,

Saya baru menyadari kalau ultrasonic dari UT test itu adalah gelombang mekanik.

Apa bisa diceritakan dg singkat prinsip kerja UT test mulai dari tranducer nya sampai proses dan output pada layar ?

Apa yang terjadi dalam tranducer tsb ?

Apa ada semacam bahan pizzo electric ?

Diaktifkan dengan apa, tegangan listrik ?

Kalau dengan tegangan listrik tentu ada medan magnet, apa mungkin ini sumber masalahnya ?

Tanggapan 11 – soedardjo@batan

Pak Dirman Artib YTH.

Bapak SALAH ALAMAT menanyakan ke saya. PERTANYAAN tersebut, akibat PERNYATAAN dari bapak Pak farabirazy albiruni, bukan dari dardjo.
Namun Bapak dapat mencari jawabannya di

http://www.ndt.net/article/az/ut_idx.htm

Kalau saya ingat ulang (SAAT SAYA KULIAH DI FISIKA TEKNIK ITS sebelum tahun 1981 DOELOE), ada benda namanya TRANDUCER, yang didefinisikan sebagai ALAT YANG MENGUBAH DARI SUATU ENERGI KE ENERGI LAIN. Misal seterika, dari energi listrik ke energi panas. Lampi Listrik, dari energi listrik ke cahaya dan sebagainya.

PIEZO ELECTRIC, adalah tranducer yang mengubah dari energi mekanik (mungkin gelombang) ke energi listrik atau sebaliknya yang sering disebut DAPAT BALIK atau REVERSIBLE.

Prinsip kerja UT, PIEZO ELECTRIC atau TRANDUCER diberi tegangan listrik, lalau bergetar secara MEKANIK, memancarkan GELOMBANG. Gelombang tersebut, dirambatkan ke BENDA PEJAL sebagai media rambatan. namun rambatan gelombang tersebut akan berhenti jika menemui UDARA (sebagai penghalang Gelombang UT tersebut). Memang ada gelombang yang diteruskan, dengan proses refleksi atau pantulan, atau rambatan (transmisi) yang telah mengalami PENGURANAN (Attenuasi) energi rambatnya. Akhirnya akan ada output gelombang pada layar, (dalam hal ini fungsi dari ketebalan benda). Maaf saya sulit menggambarkan di milis ini.

Yang terjadi di transducer adalah PROSES PERUBAHAN ENERGI dai energi MEKANIK (Gelombang) ke ENERGI LISTRIK (bentuk PULSA LSTRIK, tegangan dll) Benar ada bahan semacam Piezzo electric

Benar diaktifkan dengan tegangan listrik.

Benar dengan tegangan listrik memang ada medan magnit, dan benar, itu sumber masalahnya.

Mohon saya dikoreksi, dan mogon maaf jika jawaban saya salah atau tidak memuaskan.

Tanggapan 12 – Agus Priya

CMIIW….

Gelombang ultrasonik adalah gelombang mekanik yang memiliki frekuensi > 20kHz.Gelombang dihasilkan oleh probe berdasarkan perubahan energi listrik menjadi energi mekanik dan sebaliknya.
Metoda ini dapat dipakai untuk mengetahui jenis bahan, tebal dan adanya suatu diskontinuitas.

Gelombang yang dipancarkan dari probe berasal dari suatu kristal yang dapat menimbulkan piezoelectric effect. Suatu diskontinuitas akan memantulkan gelombang ultrasonik sehingga dapat diketahui posisi dan jaraknya.

(kl terdapt crack atau cacat didalam matr’l alur top-crack-bottom) pada layar akan menunjukkan discotinuitas yang disebabkn tertangkapnya crack/cacat pada benda yang diuji Pemilihan frekuensi yang digunakan pada pengujian ini disesuaikan dengan jenis material yang akan diperiksa seperti :

Alumunium, baja : 2 – 10 MHz

Besi tuang : 0.5 – 2 MHz

Beton : < 0.5 MHz

Ada tiga jenis gelombang ultrasonik yang digunakan yaitu gelombang longitudinal, transversal dan permukaan. Kecepatan rambat gelombang ultrasonik dipengaruhi oleh jenis bahan dan mode gelombang. Probe ultrasonik terdiri dari tranducer piezoelectric yang akan mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dan sebaliknya.
Probe ada yang dapat berfungsi sebagai transmitter dan juga bersifat receiver dan ada pula yang terpisah ini ada sedikit simulasi proses pengujian dengan UT pak budi tolong diloloskan attachment berikut

Tanggapan 13 – Joni Hasto Saputro

Sedikit menambahkan…..

Kristal untuk probe yang disebut Mas Agus itu terbuat dari barium yang memiliki sifat Piezoelectric

Jenis Probe juga beragam seperti :

* Probe Normal

* Probe TR (Transmitter dan Reciever)

* Probe Sudut

Bagaimana mengecek keakuratan dari alat UT ?

Pengecekan dilakukan dengan mengkalibrasi alat tersebut kita lakukan sendiri dengan cara seperti

* Cek Resolusi

* Horizontal Linearity

* Vertical Linearity

* Sensitivity

Test block yang digunakan adalah Block V1 dan Block V2 tergantung dari jenis probe.

Selain kalibrasi sendiri seperti yang dilakukan diatas ada juga Badan/Department khusus yang special mengkalibrasi alat UT seperti B4T(kalo ga salah) mungkin rekans yang lain bisa menambahkan.

Tanggapan 14 – Roni.Hidayat.Komara@Newmot

Terima kasih banyak atas tanggapan Bapak2 sekalian. Sejak wacana ini dilontarkan, keyword yang saya tangkap adalah ultrasonic pulses (piezoelectric element, mechanical damping, electric RF pulses). Sangat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan kami dalam menjalankan U/T inspection.