Peak Leak Detection biasanya digunakan untuk pipeline (cross country pipeline) yang ditanam dibawah. Untuk pipeline yang panjang tsb, untuk kebocoran yang sangat kecil, pada umumnya tidak dapat di deteksi oleh Pressure Recorder karena keterbatasan akurasi peralatan, sehingga sering kali kita mengetahui kebocoran pipa tetapi kebocoran tsb sdh cukup besar, atau minyak sudah mencermari sumur atau sawah penduduk.

Tanya – sofyan2@pertamina

Saya ingin menyambung diskusi mengenai Pigging, tetapi mengenai jenis pig lainnya yaitu Pig Leak Detection yang digunakan untuk mengetahui kebocoran pipa.
Adakah rekan-rekan milist yang mempunyai pengalaman dalam meng aplikasikan teknologi ini ??? Mohon pencerahannya berkaitan dengan tingkat akurasinya jika dibandingkan dengan metode lainnya, serta apakah di Indonesia sudah ada yang meng ageni peralatan ini ???

Tanggapan 1 – ecandra@mcdermott

Pak Sofyan,

Saya juga tertarik untuk tahu lebih lanjut kalau ada pig yang jenis ini, karena setahu saya kebocoran kan diketahui waktu kita lakukan pressure test, kecuali di pipanya ada lubang yang besar, misalnya diameter 5 cm.

Bagaimana cara kerjanya pak?

Tanggapan 2 – sofyan2@pertamina

Pak Eddie or Pak Candra, Peak Leak Detection biasanya digunakan untuk pipeline (cross country pipeline) yang ditanam dibawah. Untuk pipeline yang panjang tsb, untuk kebocoran yang sangat kecil, pada umumnya tidak dapat di deteksi oleh Pressure Recorder karena keterbatasan akurasi peralatan, sehingga sering kali kita mengetahui kebocoran pipa tetapi kebocoran tsb sdh cukup besar, atau minyak sudah mencermari sumur atau sawah penduduk. Selain Pig Leak Detection, ada juga metoda lain kalau tidak salah dengan menggunakan gelombang suara (soundnes level) atau belum lama ini BATAN memperkenal dengan meng injeksi cairan radioaktif (saya lupa nama teknisnya). Saya pernah mencoba metoda dari BATAN ini, tapi rasanya hasilnya kurang akurat. Di tempat saya bekerja sendiri belum pernah menggunakan alat tersebut, oleh karena itu jika ada rekan-rekan lain yang pernah menggunakan peralatan Pig Leak Detection tsb, mohon dapat berbagi informasi.

Demikian yang saya ketahui, mudah-mudahan ada rekan lain yang dapat menambahkannya.

Tanggapan 3 – amkadir66@plasa

Yth. Pak Sofyan

Setahu saya selain dengan leak test (LUK serpong) juga dapat dilakukan dengan peralatan georadar (TISDA BPPT)

Tanggapan 4 – sofyan2@pertamina

Pak Kadir, mungkin bisa bagi bagi ilmu kepada kita semua mengenai prinsip kerja peralatan georadar yang dikembangkan oleh TISDA BPPT untuk mendeteksi kebocoran jalur pipa yang ditanam dibawah tanah (underground pipe). Apakah metode ini pernah di aplikasikan disini ??? Bagaimana hasilnya (tingkat akurasinya) ??

Tanggapan 5 – amkadir66

Yth pak Sofyan Yusuf

Prinsif kerja alat ini adalah hampir sama dengan alat ultrasonic (listrik). Kalau georadar menggunakan geleombang electromagnetic sehingga semua kondisi objek under surface kesegala arah dapat dideteksi. Hasil scaning (raw data : gabungan beberapa data) di atas permukaan tanah dari objek kemudian diproses untuk selanjutnya dipakai untuk menentukan kondisi objek yang sedang dideteksi. (alat ini dapat juga dipakai untuk mentrace pipa dan menentukan posisi koordinat dari permukaan tanah). Mengenaai akurasinya, tergantung dari castumernya karena biasanya yang penting tahu dulu lokasinya secara global baru dilakukan rencana perbaikan. Peralatan ini sudah sering dipakai di migas dan pertambangan.

Tanggapan 6 – AWardiman@mcdermott

Pak Eddy, pak Sofyan,

Sebetulnya semua smart/intelligence pig bisa mendeteksi leak pada pipeline karena fungsi utama pig ini adalah untuk mengetahui adanya korosi pada pipa dengan cara mengukur ketebalan pipa dengan gelombang ultra sonic yang datanya langsung dikirim ke computer. Ketika pipa berlubang maka pig akan mendeteksi ketebalan nol. Jumlah pengambilan datanya umumnya diatas 120,000 data permeter panjang pipa. Kalau misalnya pipa ukuran 16′, maka luas permukaan pipa permeter panjang adalah 1,200,000 mm2, artinya luas lubang 10 mm2 akan bisa dideteksi. Ada beberapa perusahaan yang mengageni smart/intelligence pig diantaranya Corrpro (kalau nggak salah). Mungkin teman-teman corrpro bisa share pengalaman karena saya sendiri belum pernah pakai.

Tanggapan 7 – arifin@vico

Smart pig biasanya digunakan untuk preventive maintenance bukan reactive maintenance. Untuk mendeteksi leak pada pipeline, crew kami biasanya melakukan suatu survey yang namanya Leak Detection Survey dan pekerjaan ini dilakukan manual dan rutin.

Fungsi smart pig, seperti yang Saya katakan di awal, lebih ke arah preventive. Kegunaan smart pig bisa mendeteksi corrosion baik itu pitting ataupun general corrosion, girth weld anomaly, crack, construction defect, manufacturing defect (lamination) lengkap dengan lokasi, orientation dan besaran – besaran lainnya. Ada dua prinsip dasar pengukuran yang dilakukan oleh smart pig yaitu Ultrasonic dan yang lebih sering digunakan adalah Elektromagnetik. Saat ini pemain smart pig hanya ada beberapa saja yaitu PII, ROSEN, BJ Nowsco dan satu perusahaan Amerika yang baru didirikan tahun 2000 kemarin (Saya lupa namanya) dan satu lagi vendor yaitu Tuboscope yang notabene sudah tidak digunakan lagi di VICO. Masing-masing perusahaan ada kelebihan dan kekurangannya sehingga perlu ketelitian dalam menentukan requirement apa yang dibutuhkan. PII saat ini diageni Trias Jayaguna, ROSEN oleh Titis Sampurna, BJ NOWSCO oleh Kartika Pandu dan Tuboscope saat ini diageni Lerindo.

Saya mempunyai alamat kontak person dari masing – masing perusahaan dan kalau dibutuhkan bisa Saya japri.

Tanggapan 8 – ramzy@radiant-utama

Saya pernah baca majalahnya NACE itu transamerica pipeline diinspeksinya dengan melakukan intelegent pig tetapi metoda yang digunakan adalah Ultrasonic intelegent pig dan dilakukan oleh Niigata Japan yang agen di Indonesianya adalah Permiko. Metoda ultrsonic ini sangat akurat dan hasilnya quatitative bukan seperti yang dilakukakan oleh PII, Rosen dsb yang hasilnya qualitative, hanya saja kelemahan metoda Ultrasonic ini media pipelinenya harus liquid dan harga inspectionnya 2 kali dengan metoda MFL (Magnetic Flux Leakage). Anda bias tanya dengan Permiko bila berminat

Pak Ramzy,

PII dan ROSEN juga mempunyai tool Ultrasonic seperti yang Bapak bicarakan, memang betul bahwa Ultrasonic tool hanya dapat digunakan di
pipeline dengan medium liquid, namun PII saat ini sudah mengembangkan alat ultrasonic untuk pipeline dengan medium gas dan yang jelas harganya lebih mahal lagi dari Ultrasonic biasa, tapi Saya tidak tahu mengenai ROSEN. Hal mendasarkan ROSEN dengan PII adalah ROSEN bisa membuat customized tool sesuai dengan keperluan Client selama proyek yang diberikan Client menguntungkan. Detail informasi bisa mengunjungi website masing-masing perusahaan yaitu:

PII (Group GE:

http://www.gepower.com/dhtml/pii/en_us/index.jsp

ROSEN:

http://www.roseninspection.net/

BJ Website:

http://www.bjservices.com/website/pps.nsf/InspectionServicesFrameset?ope
nframeset

Semoga bermanfaat,

Tanggapan 9 – Iwandana.Soendoro@conocophillips

Untuk pertama kali mengetahui pipa kita bocor adalah adanya pressure drop atau bubble pada pipa gas. Setelah ada problem seperti ini baru melakukan leak detection

Untuk Leak detection (offshore) biasanya meluncurkan ROV dengan alat acoustic dengan pancaran gelombang untuk mencari dimana letak bocor tersebut hal ini pernah di terapkan untuk mendeteksi leak pada pipa WNTS sepanjang 600 km dan di ketemukan 5 kebocoran

Kalau menggunakan Pig biasanya smart/ intelligent pig hanya untuk mengetahui korosi atau penipisan diinding pipa saja

Tanggapan 10 – ardiann@unocal

Pak, Setahu saya ada yg namanya ‘Gel Pig’?

Saya sendiri belum pernah nge-run ini. Tapi menurut All About Pigging (Jim Cordell & H. Vanzant) gel pig ini dapat mengetahui adanya kebocoran di pipeline. Gel pig ini berwarna kontras dari air laut, sehingga ketika ada lubang (pipa bocor), maka cairan gelnya akan keluar ke permukaan dan memberikan tanda dimana lokasi bocor. Setahu saya yg paling susah memang menentukan keakuratan letak bocornya,
apalagi pipeline yg panjang-panjang. Teknologi yg umum dipakai lainnya adalah Ultrasound, salah satunya produk H Rosen. Mereka claim bias mendetek lubang yang 0.1 lt./h

Tanggapan 11 – ramzy@radiant-utama

Ikut nimbrung,

Setau saya ada juga product ICI yang dia sebut dengan ICI TRECERCO test, metodanya seperti BATAN dengan mengunakan serbuk radiasi yang diluncurkan bersama aliran flow di pipeline tersebut, dulu kantornya ada di jalan Kuningan Barat gedung TIFA Man inchargenya Aslam Kalyubi telephonenya 5205438 Kalau mau tanya bisa hubungan dengan dia mudah2an masih disana. Mereka memang spesial mengembangkan teknologi leak detection untuk pipeline.