Sag atau lebih lengkapnya adalah ‘bracket sag’, adalah defleksi (lendutan) pada lengan atau braket yang digunakan untuk memegang dial indicator akibat berat (massa dan gravitasi) dari dial. Jadi kalau idealnya lengan itu lurus dan sejajar dengan poros maka akibat defleksi menjadi melendut. Besar bracket sag (lendutan) tergantung oleh kekakuan dan panjang braket pemegang dial. Sag akan mempengaruhi pembacaan pada dial, sebagai contoh sederhana: Dial yang terpasang pada braket kita posisikan untuk membaca permukaan horizontal dan kemudian kita set nol. Apabila posisi dial dan permukaan tadi kita putar 180 derajat maka pembacaannya tentu tidak akan nol lagi. Seberapa besar penyimpangannya tergantung dari panjangnya braket dan kekakuannya.

Tanya – Rofiudin

Yth. Bapak2 semua

Mohon bantuannya untuk mana yang harus saya lakukan.

Dalam alignment (methode reverse dial indicator atau rim and face) saya selalu memperhitungkan ‘sag’ yang terjadi, atau ada yang menyebut ‘bend’ (pernah saya dengar, karena katanya tidak hanya akibat gravitasi tapi juga bending dari perpanjangan lengan tempat bertumpu dial indicator). Masalahnya ada instruksi alignment untuk pompa yang tidak menyebut ‘sag’ harus diperhitungkan, padahal untuk Diameter coupling besar atau yang spacernya panjang kadang harga ‘sag’ besar juga. Bagus nya diperhitungkan apa tidak ya? atau ada patokan yang bisa saya jadikan pegangan? mohon bantuannya.

Terima kasih atas bantuannya,

Tanggapan 1 – Zainul

Saya dulu pernah training mengenai alignment di UI, SAG sebaiknya tetap diperhitungkan untuk hasil alignment yang lebih akurat, terutama u alignment axial ( arah jam 12 dan 6 ) terhadap equipment yang menggunakan rigid coupling yang mengijinkan toleransi yang kecil ( < +- 0.05 mm), seperti compressor -turbine yg kebanyakan menggunakan metastream rigid steel coupling karena torsi yang besar dan putaran yang tinggi .

Kalau menurut saya, besar diameter coupling dan panjang spacer sy rasa tidak mempengaruhi SAG, SAG merupakan karakteristik penyimpangan pembacaan nilai di dial indicator pada posisi jam 12 dan arah jam 6 sebelum alignment dilakukan.

Pengalaman kita dahulu kalau alignment motor – pump yang menggunakan flexible coupling, walaupun berdiameter berdiameter besar dan spacer yang panjang, jarang sekali mempertimbangkan SAG, karena alignment secara manual memang agak ribet dengan memasukkan faktor SAG, selain itu toleransi yang diijinkan biasanya lebih besar ( 0.05mm – 0.10 mm )

Semoga membantu.

Tanggapan 2 – Rofiudin

Yth. Bp Zainul

Apa mungkin yang sampeyan maksud adalah alignment radial (bukan axial) karena yang menyebut arah jam 12 dan 6 hanya yang tegak lurus sumbu, atau angular/radial, Sementara axial searah poros/sumbu. Sag berpengaruh untuk alignment radial bila motor~pompa pada posisi horisontal.

Tanggapan 3 – Ilham B Santoso

Sag..atau lebih lengkapnya adalah ‘bracket sag’, adalah defleksi (lendutan) pada lengan atau braket yang digunakan untuk memegang dial indicator akibat berat (massa dan gravitasi) dari dial.

Jadi kalau idealnya lengan itu lurus dan sejajar dengan poros maka akibat defleksi menjadi melendut.

Besar bracket sag (lendutan) tergantung oleh kekakuan dan panjang braket pemegang dial

Sag akan mempengaruhi pembacaan pada dial, sebagai contoh sederhana: Dial yang terpasang pada braket kita posisikan untuk membaca permukaan horizontal dan kemudian kita set nol. Apabila posisi dial dan permukaan tadi kita putar 180 derajat maka pembacaannya tentu tidak akan nol lagi.

Seberapa besar penyimpangannya tergantung dari panjangnya braket dan kekakuannya.

Jadi setiap pembacaan dial HARUS dikoreksi akibat adanya dengan braket sag. Setelah dilakukan koreksi, itulah harga pembacaan ‘dial yang sebenarnya’. Kompensasi dilakukan dengan menambahkan atau mengurangkan harga braket sag terhadap pembacaan dial tergantung dari posisi awal dial diletakan, di jam 12 atau di jam 6.

Karena prosedur koreksi ini adalah prosedur standar dan sebenarnya braket sag ini adalah diluar masalah perhitungan missalignment maka hal ini yang mungkin menjadi penyebab mengapa pada instruksi itu braket sag tidak disebutkan. Sudah dianggap tahu, karena itu sudah standar.

Atau mungkin posisi pembacaan dial tidak tepengaruh pada oleh gravitasi. Misalnya mesin pada posisi horizontal, namun metode alignment nya hanya melakukan face-to-face distance, jadi tidak mengukur rim, jadi ya tidak ada pengaruh bracket sag. Atau mungkin posisi mesin dalam arah vertikal, dan dilakukan alignment pada posisi vertikal juga, jadi otomatis bracket sag tidak mempengaruhi pembacaan dial.

Semoga membantu,

Tanggapan 4 – Kohar

Pak Ilham,

Bagaimana prosedurnya untuk mengetahui besaran bracket sag tsb. Sehingga bacaan dial saat alignment bisa akurat.

Terima kasih atas penjelasannya.

Tanggapan 5 – Ilham santoso

Salam Pak Kohar,

Cara sederhana dan praktis dil apangan adalah: rangkaian braket dan dial yang telah digunakan untuk mengukur dilepas dari poros atau masih tetap di poros namun digeser sedemikian rupa sehingga dial membaca rim pada poros yang mendukung braket. Intinya, rangkaian braket dan dial dipasangkan pada suatu poros, yang relatif jauh lebih kaku dari braket dan memiliki rim yang dapat diukur oleh dial.

Posisikan dial pada posisi jam 12, dan set nol pada posisi itu. Putar poros dan braket pada posisi jam 6 dan baca pembacaan dialnya. Penyimpangan dari angka nol (minus pada kasus ini) adalah harga sag dari brakcket kita. Karena kalau tidak ada sag, maka pembacaan harus tetap pada angka nol.

Harga sag, tadi kita gunakan untuk melakukan koreksi hasil pembacaan dial, sebelum kita melakukan perhitungan untuk penentuan besar misallignment.

Semoga tip dan trik singkat ini membantu..he he he

Tanggapan 6 – Rofiudin

Yth, Bp. Ilham Santoso.

Maaf pak, bukannya dalam kasus sag di posisi jam 6 adalah POSITIF (jarum/dial tertekan akibat gravity dan lendutan alias jarum masuk rumahnya).

Tanggapan 7 – Ilham B Santoso

Salam, M Rofi,

Kalau set nol nya pada jam 12 (diatas), kemudian diputar ke jam 6 (bawah) maka akibat lendutan (tarikan gravitasi) lengan akan mengakibatkan posisi dial turun dari yang seharusnya. Karena turun dari posisi seharusnya dan dial berada di bawah maka akan terjadi penyimpanga negative (menjauh dari poros).

Kalau set nol nya pada jam 6 (dibawah), kemudian diputar ke jam 12 (atas) maka akibat lendutan (tarikan gravitasi) lengan akan mengakibatkan posisi dial turun dari yang seharusnya. Karena turun dari posisi seharusnya dan dial berada di atas poros maka akan terjadi penyimpanga positif (mendekat ke poros).

Tanggapan 8 – Prastowo

Harusnya kondisi shaft yang seperti pak Kohar sebutkan tidak berpengaruh pak, karena pada waktu berputar ujung dial tetap menyentuh permukaan shaft yang sama.

Jadi perubahan penunjukan jarum dial hanya menunjukkan pengaruh berat dial dan lendutan pemegang dial.

Tanggapan 9 – Prastowo

Pak Kohar,

Sedikit menambah dr pak Ilham nih,

Ilustrasi untuk koreksi pemeriksaan rim pada posisi jam 6

1. Bracket Sag dapat diperiksa dengan memasang bracket dan dial pada sebuah shaft (tidak seperti pada saat proses alignment yang dipasang pada salah satu shaft kmd dial ditempelkan pada shaft/kopling yang lain).

2. Nol-kan dial pada jam 12, jika akan digunakan untuk memeriksa rim pada jam 6.

3. Putar shaft hingga dial pada posisi jam 6, penunjukkan dial pada saat kondisi ini merupakan murni karena berat dial dan defleksi pemegang dial

4. Angka ini digunakan untuk mengkompensasi penunjukkan dial pada saat proses alignment.

Tanggapan 10 – Kohar

Berarti bracket sag bisa kita koreksi dengan cara spt yang diuraikan dibawah, nah bagaimana untuk permukaan shaft yang terkadang sudah karatan atau terdapat partikel-partikel yang menempel karena mungkin usia dari equipment tsb juga tidak mudah lagi.

Metode lain, alignment bisa juga kita lakukan dengan menggunakan laser tool. Untuk penggunaan alat ini apakah ada faktor2 yang harus kita koreksi juga sebelum melakukan alignment seperti case ‘ bracket sag ‘ jika kita menggunakan dial indicator.

Tanggapan 11 – Ilham B Santoso

Salam m Kohar,

Tentu sebaiknya pada saat alignment kondisi poros, dan terutama kopling dalam kondisi bersih, demikian kondisi kaki2 dan base plate dari mesin.

Namun, sebenarnya pengaruh permukaan yang karatan dsbnya tidak terlalu berpengaruh pada proses alignment, sepanjang pada proses alignment kedua poros (poros mesin tetap dan poros mesin yang akan digeser), dapat diputar bersama. Dengan demikian maka titik referensi pengukuran akan tetap, sehingga kekasaran permukaan atau bahkan run out pada kopling tidak akan mempengaruhi hasil alignment. Kecuali pada kasus dimana poros yang dapat diputar hanya salah satu saja maka faktor run out dan kekasaran permukaan dari rim akan sangat berpengaruh. Dan run out ini harus dicheck dan diperbaiki terlebih dahulu sebelum dilakukan alignment.

Jika menggunakan LASER Alignment, tentu saja masalah braket sag menjadi tidak masalah, karena sinar LASER tidak mengalami pengaruh oleh gravitasi. Yang sering menjadi gangguan saat menggunakan LASER Alignment adalah kondisi lingkungan seperti kondisi uap air dan debu yang berlebihan dapt mengganggu pembacaan alat. Selain itu pengechekan bahwa pembacaan LASER memang sudah benar (terkalibrasi) menjadi masalah tersendiri pula, walaupun bukan berarti tidak dapat dilakukan.