Select Page

“Ketika minyak goreng terbakar sebaiknya dipadamkannya dengan fire blanket ato dengan karung basah. Sebab jika dipadamkannya dengan disiram air, berat jenis minyak lebih ringan dibanding air, jadi minyak yg terbakar akan berada diatas air. Dan ketika air itu meluber ke tempat lain, si minyak yg terbakar akan ikut terbawa diatasnya. Jadi, kebakaran akan semakin membesar. Fire fighter tidak hanya air, tapi ada juga yang berisi Gas CO2, chemical foam dan chemical powder. Jadi bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan.”

Tanya – Aroon Pardede

Panci dalam keadaan terbakar (minyak goreng yang terbakar???), tidak boleh menyiramnya  dengan air?? Di clip itu ditunjukkan, ketika panci yang terbakar itu  disiram air, apinya malah membesar dan melahap seluruh kitchen set,  seolah-olah air itu malah menjadi pemicu besarnya api???

Mengapa demikian?? Bila tidak boleh disiram air, mengapa justru fire  fighter menggunakan air dalam memadamkan kebakaran?? Saya tidak mengerti  logikanya?? Ada yang bisa memberikan pencerahan??/

Tanggapan 1 – andoko andoko

Saya bukan orang HSE, tapi saya coba untuk berbagi info dengan bapak,

Sepengetahuan saya ketika minyak goreng terbakar sebaiknya dipadamkannya dengan fire blanket ato dengan karung basah,

Sebab jika dipadamkannya dengan disiram air, berat jenis minyak lebih ringan dibanding air, jadi minyak yg terbakar akan berada diatas air. Dan ketika air itu meluber ke tempat lain, si minyak yg terbakar akan ikut terbawa diatasnya. Jadi, kebakaran akan semakin membesar.

Fire fighter setau saya juga tidak hanya air, tapi ada juga yg berisi Gas CO2, chemical foam dan chemical powder.

Jadi bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Mungkin bagi anggota milis dari HSE bisa lebih memberikan pencerahan.

Tanggapan 2 – Ade Surya

Dear P’Parede,

Sehubungan dengan hal tersebut dibawah bapak harus memahami tentang BJ (berat jenis) yg mempunyai BJ minyak< BJ air sehingga membuat minyak terapung, coba dibayangkan jika minyak yang lebih ringan disiram air, tentu saja permukaan minyaknya jadi lebih tinggi dan bisa saja menyebar karena efek air tersebut.
untuk pemadam api ada beberapa materi pemadam yang digunakan, dan hal ini tergantung dari sifat bahan yang akan dipadamkan untuk menghindari efek kebakaran yang lebih parah lagi, dan bisa memadamkan api lebih cepat, seperti misalnya kalo memadamkan kebakaran yang diakibatkan oleh listrik, tentu saja kita tidak boleh menggunakan air, karena sifat air yg konduktor, dan untuk memadamkan kebakaran akibat minyak kita tidak mungkin menggunakan air, kita menggunakan foam/dry powder/CO2.
Prinsip pemadaman api adalah memotong hubungan/ reaksi yang terjadi antara Bahan (fuel), Panas(Heat) dan O2 (oksigen) yang sangat terkenal dengan sebutan segitiga API.
Bahan dan materi pemadam api seperti:
1. Air
2. Dry Powder
3. CO2
4. Foam
dari video yang ada di milis di gambarkan ttg pemutusan reaksi dengan memutus supply oksigen dgn menaruh blanket (selimut) sehingga reaksi kimia api terputus.

Mudah2an informasi pendek ini bisa menjawab pertanyaan bapak.

Tanggapan 3 – Aroon Pardede

Bukankah menyiramkan air ke dalam api sebenarnya untuk memutus 2 dari 3  segitiga api, yaitu panas dan oksigen??? Lalu mengapa dinas pemadam kebakaran pada umumnya menggunakan air?? Bukankah hidran berisi air??
Demikian pula pada instalasi2 migas, saluran2 hidran juga diisi air  bertekanan tinggi?? Memang, alat pemadam kebakaran portable, isinya  umumnya bukan air, biasanya CO2 atau dry powder

Bila memang penyemprotan air tidak efektif, dan malah menimbulkan  potensi bahaya lebih tinggi, mengapa air masih juga dipergunakan sebagai  materi utama untuk pemadaman kebakaran??

Tanggapan 4 – Akh. Munawir

Bapak2 & Ibu2,

Jawaban simplenya adalah karena Air itu “dingin”.
Diharapkan jika api disiram air maka temperature/heat akan turun hingga dibawah Fire Point bahkan Flash Point dengan demikian api akan padam.

Air sebagai pemadam api juga memiliki kelemahan antara lain :
1. Tidak effektif untuk memadamkan api yg disebabkan oleh Electric Cause, karena bisa menyebabkan Electrical shock atau Short Circuit bagi manusia dan electrical equipment.
2. Kurang effektif untuk memadamkan api jenis Pool Fire, karena berat jenis air lebih berat dari HC Liquids, hingga jika disiramkan maka air akan berada dibawah level HC liquid. Contoh gampangnya kebakaran di permukaan Laut akibat tumpahan minyak.
3. Tidak effektif untuk memadamkan api dgn fuel LNG dan LPG, karena air memiliki temperatur lebih tinggi dari LNG/LPG.

Tetapi air effektif untuk mendinginkan equipment yg terbakar atau terkena heat radiation (protection/mitigation) dari BLEVE. Dan memadamkan api dari kayu, plastik, kertas dan fiber.

Untuk kasus dapur yg terbakar kemudian disiram air kemudian api malah membesar dan menyebar kemana-mana, itu karena SIRAMAN AIR (memiliki Gaya Dorong dan Tumbukan) yang membuat minyak goreng/fuel justru menyebar kemana-mana, yg otomatis apinya juga ngikut sebaran fuelnya.

Hubungan H2O jika terkena “Temperature yg Sangat Tinggi” secara cepat itupun bisa meledak itu disebabkan karena apa ya ??? (saya juga belum tau untuk yg ini).
Mudah2an ada rekan dr Chemical Discipline yg bisa menjelaskannya.

Tanggapan 5 – Akh. Munawir

Oh ya pak Aroon,

Minyak goreng juga termasuk Combustible Liquid dengan Flash Point yg cukup tinggi (alias tidak semudah bensin terbakarnya).

Jika ingat waktu kecil main kapal2an yg terbuat dari Seng dan ada semacam obor dengan fuel MINYAK GORENG+Kapas sebagai sumbunya. dan jika Minyak goreng+kapas dibakar maka kapal tersebut bisa berjalan di atas air dalam bak pelastik….
Ingat kan pak atau malah dulu blm pernah main kapal2an tradisional spt itu…. he3x.

Tanggapan 6 – Edyson Simorangkir

Kalau boleh nimbrung, saat minyak goreng panas, berarti sudah tercapai flash point-nya dan diatas permukaan minyak goreng tsb sudah terjadi uap dan mengakibatkan radiasi panas. Kalau disiram dengan air, terutama percikan air, air tsb akan diubah menjadi uap dan sebagian tidak menjadi uap masuk ke minyak, mendesak dan menumpahkan minyak tsb. yg mengakibatkan api bertambah besar.

Fire Fighter menyemprot kebakaran rumah ( yg sering kita lihat ) adalah tujuan ” cooling ” agar flash point bahan yg terbakar menjadi tidak tercapai sekaligus membatasi bh bakar dengan panas.

Tanggapan 7 – HERU WIDODO

Mas Aroon,
Saya kira logikanya begini, saat panci tertutup rapat oleh kain yang basah maka tidak ada supply oksigen yang masuk sehingga api api cepat padam, sedangkan kenapa memakai kain basah , karena kain basah ini tidak mudah terbakar , dan saya kira ini efektif.

Semoga sedikit memberi pencerahan.

Tanggapan 8 – qopral

DEAR,

Mungkin begini logikanya.

Seingat saya waktu SMA saya diajari ilmu fisika ada rumus bahwa kalau air berubah menjadi uap maka volumenya akan bertambah sampai 1400 kali (?)

Mungkin yang terjadi di video, bahwa suhu material yang ada didalam panci (minyak) telah sangat tinggi (panas selkali), sehingga sewaktu diguyur air maka air akan cepat sekali mendidih dan berubah dan mengembang menjadi uap. Uap air akan mendesak/membawa/menendang/melemparkan cairan yang sedang terbakar kemana-mana, sehingga nampak sekali api bukannya padam tapi malah semakin membesar.

Sedangkan pada fire fighter, air biasanya digunakan untuk spray atau membuat tabir air u
ntuk pelindung atau untuk cooling. Jarang yang diarahkan langsung ke sumber api, kecuali diperkiran api akan mudah padam dengan semprotan yang semestinya. Atau sumber api bukan berasal dari minyak atau cairan turunannya.

Maaf jika penjelasan ini keliru.

Thanks

Share This