“Saya memiliki beberapa kesulitan hubungannya dengan transient analysis, mohon masukan dari rekan-rekan sekalian.Bagaimana cara memecahkan kasus transient analysis di pipeline untuk liquid?bagaimana pertimbangan perhitungan SDV, PCV dan SRV,nya?bagaimana menghitung sonic velocity,nya sehingga range pressure switch dan ukurannya dapat disetting secara tepat dengan pertimbangan hasil kalkulasi sonic velocity?



Tanggapan 1 – Harmadi harmadi@rekayasa


Dear rekan-rekan di milis,

Saya memiliki beberapa kesulitan hubungannya dengan transient analysis, mohon masukan dari rekan-rekan sekalian

Bagaimana cara memecahkan kasus transient analysis di pipeline untuk liquid?bagaimana pertimbangan perhitungan SDV, PCV dan SRV,nya?bagaimana menghitung sonic velocity,nya sehingga range pressure switch dan ukurannya dapat disetting secara tepat dengan pertimbangan hasil kalkulasi sonic velocity?

Terimakasih


Tanggapan 2 –  fadhli.halim@saipem


Mas Harmadi,
Apakah maksud mas menghitung hydraulic flow transient dalam sebuah pipa?
Jika memang maksudnya itu, mas harmadi bisa menggunakan software OLGA.


Tanggapan 3 – Harmadi harmadi@rekayasa


Terimaksih mas fadli, memang maksudnya begitu

Tapi masalahnya setelah surge, system akan equalize, apa software bisa memeprediksi akurasi timing stroke time sehinga PCV yakin bisa menutup pada saat yang tepat? ada ga ya kalkulasi untuk menghitung itu?

klo ada kirim japri aja

Sekali lagi, terima kasih mas Fadli



Tanggapan 4 – Crootth Crootth


Tenang saja Mas Harmadi,

OLGA memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan itu semua, dan saya cukup puas dengan kinerja OLGA yang tingkat error nya di bawah 3% (setidaknya selama saya bekerja di VICO Indonesia) masalahnya adalah, apakah kocek perusahaan tempat mas Harmadi bekerja juga cukup untuk membeli dan memaintain OLGA yang harganya bisa mencapai 150,000 USD untuk tahun pertama saja.

Dan, saya kira software untuk menghitung dinamic and transient analysis of the pipeline tidak hanya OLGA, masih ada TACITE yang dikembangkan Monsigneur – monsigneur Prancis dan FLAGS yang dibudidayakan oleh sinyo sinyo dari Shell.

Catatan Lain
1. PCV tidak didesain untuk men-shut down kan pipeline, yang melakukan tugas seperti ini adalah SDV… lagi lagi anda sendiri lah (tentunya dengan persetujuan end user) yang akan menentukan RESPONSE TIME dan PROCESS SAFETY TIME. selama Response time < Process Safety Time, boleh dikatakan prosesnya aman.

2. Perhitungan Pressure Surge – juga surge duration nya – tersedia banyak di buku buku tentang Hydraulic dan Fluid Flow jadi silahkan melakukan perhitungan manual, sebagai subtitusi karena tidak dapat runing dengan OLGA.

 

Tanggapan 5 – roeddy setiawan


dear pak harmadi,
menarik apa yg bapak utarakan tentang transient system , look dangerous,,,.yang jadi issue buat bapak pipeline buat interfield transport ataw process piping. kalau mau dihitung pk manual ngak sulit, coba dilihat di buku 2 transport phenomena material dan energy balance. nantinya bapak sampai ke Navier stokes equation yng terkenal itu. tinggal diselesaikan saja persamaan diferensialnya , bapak bisa dekati dg finite element analisis , bisa excell nantinya atawa matlab , saya kira boundari condition nya harus dari keadaan yg steady state baru ke transient ya pak ??. engak mungkin kan baru startup tiba2 esdv yg 60 km dr intake nya nutup lagi, meskipun skenario nya bisa tapi kan tidak akan ada waterhammer, padahal yg bapak carikan berpa max pressure sepanjang pipa tsb yang exceeding yield stress, kalo ngak ada bagus, kalau ada kan mesti dibuat pengamannya. yah barangkali bapak perlu sbulan untuk attack Navier stokes equation he he becanda

opini saya buat proses piping , umumnya wt >>> dr wt required jadi ngak pernah saya periksa, tapi kalau transportation biasanya diusulkan setipis tippis nya biar ngirit nah (ini dibaca ratio wt/pipe dia kecil banget dibanding proses piping) disini memang harus di pereksa, estimate max pressure kira kira 0.8 kali fluid density (lb/cuft) kali kecepatannya (ft/sec) hasilnya dlm psi

gitu pak sudah cukup buat tahu pipa bapak oke atau tidak, dari sini pertanyaan lanjutan bapak seperti nya terjawab semua.

misalnya max instantaneous press didapat 1100 psi, pipa bapak hanya boleh beroperasi 1000 psi tentunya tinggal bapak pasang apa yang anda suka, start terbuka at 1000 fully open terserah bapak bisa 1050, atau 1020 . jadi sebenarnya pipa itu masih lihat exess pressure say 1020 psig sampai invent5ory di pipa berkurang dan press turun di histerisis valve bapak, sekalian bapak perlu kolam tertutp tempat nyimpan sementara sekalian pompa buat mengembalikan hc yang di blowdown tadi balik ke system,
pertanyaan selanjutnya sonic vel, itu ada di daftar pak fungsi temp dan fluid properti, bisa cari dri daftar barangkali kl di crude 600 – 800 ft/sec. nah sambungan dg pressure switch dan sonic velocity ??? tidak faham maaf, kalau saya sih setelah tahu magnitude yang mesti di chop, yah itu prsuure transmiter buat trigeering blowdown valve , atawa pilot ope PRV apa saja.
kalau hitungan ESDV yah biasa saja pake Q= c kali akar delta P, bapak punya Q , bapak memutuskan berapa delta P yang afordable otomatis valve nya keluar sizing nya rating disesuaikan dg kebutuhan pressure.