“MOV (Motor Operated Valve) adalah Valve dengan penggeraknya adalah motor yang dikombinasikan dengan electronik yang mentrigger untuk memutar gear2 yang ada pada unit valve tersebut. Kemudian untuk menstop motor yang bergerak dipasang limit switch(sebagai pemutus power ke motor).
Selain itu untuk MOV yang banyak, untuk menghemat kabel dan lain2, biasanya digunakan sarana hardware untuk komunikasi misalnya RS 232 atau RS 485.”


Tanya – Emil M emahfuzi
 
Dear Migas Indonesia,
Saya ingin bertanya tentang cara kerja MOV pada suatu Plant minyak. Pada gambar bulletan P&ID-nya terdapat code XL, HS, terus ada o/s dan l/r diatas bullet-nya.
Apakah maksudnya? dan bagaimana operational-nya?

Mohon sharing pengetahuannya. sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.



Tanggapan 1 – Muchlis Nugroho


Pak Emil,

Kalau baca P&ID itu sebaiknya baca juga legend-nya.
Karena style orang bikin P&ID beda-beda.

Tapi biasanya HS itu kepanjangan dari hand switch, jadi MOV tersebut dioperasikan dengan sinyal dari HS. dan XL itu kalau gak salah biasanya adalah position indicator berupa lampu untuk mengindikasikan valvenya sedang nutup atau mbuka.

Gitu deh kira-kira ada yang mau nambahin/ngkoreksi?



Tanggapan 2 – Taufiq Firmansyah


Setahu saya sih, kalau XL itu adalah indikasi status MOV yg ada di control-room.
Indikasi ini bisa secara fisik (lampu menyala) atau hanya di display/screen saja.

HS ini adalah hand-switch yang berfungsi untuk mengoperasikan MOV tersebut, biasanya juga dilengkapi HOA (Hand-Off-Auto). Lokasi HS bisa di field/local maupun di control-room.

Kalau superscript l/r itu kalau nggak salah singkatan dari local/remote. Superscript o/s saya kurang tahu, tapi kalau yg dimaksud o/c itu mungkin maksudnya open/close (status bukaan MOV).


Tanggapan 3 – hugo chavez chavez.arwana


Ya mungkin mau sedikit menambahkan, dari yang telah dijelaskan Mas Taufiq itu sudah benar, jadi untuk L/R itu Local/Remote. Sementara untuk O/S pengertiannya adalah Open/Shut atau
O/C=Open/Close. dalam beberapa standard memang kadang penggunaan istilah Close masih beragam menjadi Shut, termasuk di vendornya sendiri. yang penting kita paham. sekedar merangkum di MOV sendiri memang ada beberapa I/O list yang perlu disiapkan, terutama untuk discrete state kalau mau dikirim secara hardwire, umumnya bisa sampai 9 point :
– MOV Open status (DI)
– MOV Close status (DI)
– MOV energize to Open Command (DO)
– MOV energize to Close Command (DO)
– MOV Local status (DI)
– MOV Remote/Auto status (DI)
– MOV Jammed/Stuck – as Alarm (DI)
– MOV On Going (On Progress from Open to Close or Close to Open) (DI)
– MOV power On/Off/failure status (DI).

Untuk MOV yang bisa modulasi continue (analog signal) ada 2 point :
– MOV position indication (AI)
– MOV energize to modulate/actuation (AO)



Tanggapan 4 – priyo_a_s priyo_a_

Pak Emil,

MOV itu sebatas aktuator saja, sama halnya seperti aktuator valve yang lain, hanya saja, MOV itu sumber tenaganya dari listrik, bisa 220 VAC ato 380 VAC.

Dia bisa menerima sinyal analog (TIC/PIC/LIC/FIC) ataupun digital (YC) dari controller (DCS/PLC) dan bisa mengirim sinyal analog (ZI) ataupun digital (ZSC / ZSO) ke controller (DCS/PLC).

Kalo HS itu biasanya Hand Switch, L/R : Local/Remote. A/M : Auto/Manual, Str/Stp : Start/Stop.

Kalo XL atau o/s, saya lupa tuh, mungkin ada yang bisa nambahin,…


Tanggapan 5 – budi yuwono


Dear,

Nambahin dikit, mungkin XL disini yang dimaksud lampu indikasi untuk O/S dan dan kondisi motor running (progress) yang dipasang di lokal panel.


Tanggapan 6 – Emil M emahfuzi


Terima kasih atas penjelasannya Pak Budi, Pak Hugo Chavez dan Pak Taufiq. Saya jadi makin mengerti.

saya juga ingin mengetahui apa yang menyebabkan MOV membuka dan menutup selain Hand Switch ? karena kalau dari P&ID-nya MOV hanya menutup karena Handswitch.
Bagaimana hubungannya dengan Level?

Terima kasih.



Tanggapan 7 – Suryanto


Dear Emil,

Sepengetahuan saya MOV (Motor Operated Valve) adalah Valve dengan penggeraknya adalah motor
yang dikombinasikan dengan electronik yang mentrigger untuk memutar gear2 yang ada pada unit valve tersebut. Kemudian untuk menstop motor yang bergerak dipasang limit switch(sebagai pemutus power ke motor)

Selain itu untuk MOV yang banyak, untuk menghemat kabel dan lain2, biasanya digunakan sarana hardware untuk komunikasi misalnya RS 232 atau RS 485.

Untuk menambak pengetahuan anda bisa browsing ke ROTORK.COM.

Selamat mencoba.

Terima kasih.


Tanggapan 8 – budi yuwono

Dear,

nambahin dikit,
setahu saya semua swicth bisa mentriger MOV baik HS (hand switch), LS (level switch), PS (pressure switch) atau alarm dari DCS, misal alarm H, HH, L, LL dsb. cuman masalahnya perlu interface lagi apa gak itu tergantung kondisinya, kalo
driver MOV pake 24 VDC dan output switch juga 24 VDC maka gak
perlu relay, tapi klo output switch beda dengan driver MOV maka perlu
interface (biasanya berupa relay).pemilihan triger jelas dipengaruhi oleh kemudahan dalam operasional dan criticality dari valvenya dengan mempertimbangkan kemungkinan kegagalan dsb.

pertanyaan kedua mengenai hubungannya dengan level kayaknya kok gak jelas maksud pertanyaannya…hehehehe…

mohon diluruskan jika ada kesalahan.


Tanggapan 9 – Emil M emahfuzi


Terima kasih saya sampaikan atas masukannya.
Mungkin pertanyaannya kurang mendalam, Jadi saya pengen memperdalam pertanyaannya. Pada tangki timbun yang saya punya mempunyai LSHH, tetapi tidak digambarkan pada Gambar P&ID-nya dia (LSHH) menswitch apa? apakah pompanya yang di switch atau MOV yang diswitch yang berhubungan dengan tangki timbun yang bersangkutan? apakah ini merupakan suatu kasus yang mentrigger Emergency Shutdown?…. apakah ada standar yang mengatur logic operation dari suatu sistem Plant? kalau ada share dooonk…..

Mohon maaf jadi kebanyakan nanyanya…. hehehe…

Tanggapan 10 – Nugroho Wibisono weby

Pak Emil,

Merujuk pada gambar TANK.PDF yang anda kirimkan, MOV yang digambarkan (baik MOV yg diposisi upstream maupun downstream dari tangki) memang diperuntukkan untuk dioperasikan oleh operator (i.e: untuk kegiatan maintenance). Untuk safety ataupun pengontrolan secara otomatik biasanya menggunakan valve tipe lain.

Mengenai LSHH dan LSLL yang tergambar di P&ID, hanya memberikan alarm saja yg diteruskan ke local panel atau control room dan tidak memberikan aksi lanjutan berupa membuka/menutupnya valve lain. Biasanya memang kalau LSHH dan LSLL akan men-trigger equipment lain (valve, pompa, dll) untuk bekerja. Kalau disini, sepertinya kok engga ya.

Mengenai tindakan lanjutannya bila memang level high/level low, bisa saja alarmnya hanya bersifat memberikan informasi pada operator bahwa aras dari fluida di tangki sudah mendekati titik kritikal dan tindakan selanjutnya diserahkan kepada operator. Kenapa tidak di otomasi saja? Walah, yg ini embuh aku.. Bisa saja desainnya diinginkan supaya operatornya lebih rajin turun ke lapangan, alias jangan keseringan nongkrong di control room sambil nyetel MP3 hihihi…

Semoga membantu.


Tanggapan 11 – Viddy Adrian Waluyadi


Dear Emil,

Kalau dilihat dari keterangannya, Tangki timbun tersebut mempunyai dua level switch LSHL dan LSHH, Keduanya mengukur level material dari timbunannya. LSHL akan mentriger MOV untuk memompakan material keluar (sebagai kontrol MOV) dan LSHH akan mentriger emergency shutdown.
singkatnya:
LSHL dan MOV merupakan pengendali level dari tanki sedangkan
LSHH dan ESD merupakan safety system, ESD akan terjadi jika MOV tidak berfungsi sehingga level sudah melebihi batas yang ditentukan.

Referensi bisa dilihat d
i Perry’s Chemical Engineers Handbook bab 26.


Kebetulan Perry’s Chemical Engineers Handbook saya yang bab 26 dan 27 gak ada, kalau ada soft copynya mungkin bisa dishare.


Tanggapan 12 – Priatna, Waluya@mcdermott
Tambahin dikit,

ESD nya itu bukan hanya untuk MOV nya tidak berfungsi kemungkinan

Terjadinya kebakaran atau adanya kebocoran atau connection motornya tidak bagus

Bisa di shutdown pake ESD station atau pun dari PLC nya.


Tanggapan 13 – Anpan

Pak Pri, saya ikutan dikit.

Maaf saya tidak ikuti detail awalnya, dan kalau ini adalah suatu keperluan dilapangan alangkah baiknya kita lihat secara process, sehingga kita bisa melihat secara integritas. Untuk itu kita butuh P&ID nya, bahkan bila perlu process datanya, sehinggga kita bisa lihat valve sizenya, keperluan MOV di applikasi ini, .Hubungannya dengan local control hingga ke PLC nya.Juga kita bisa melihat hubungannya dengan tanki dan pompanya, dan apa yg dikontrol. Dengan demikian kita akan mudah menentukan MOV yg bagaimana dibutuhkan, serta time to close and open berapa detik, dan berapa safety factor percent yg diperlukan dlsbg,


Tanggapan 14 – djohan.bingito

Bang Emil,
aku gak yakin jawaban yang diberikan kawan2 akan mencapai sasaran, mengingat data dan pertanyaannya yang tidak lengkap. Saya sarankan dilampirkan gambar2 P&ID dan MOV schematic (Electrical punya drawing). Jika P&ID dibuat dengan betul, akan nampak cara kerja dan hubungan antara pompa, MOV dan level protection nya (LSHH) atau jangan2 cuman level control.
Kalau gak ada ya rada repot nebaknya, tapi paling gak perlu diterangkan dimana posisi pompa dan MOV relatip terhadap tangki timbun, apakah pompa mengisi tangki atau mengisapnya. Saya yakin banyak temen2 yang bisa menjelaskan secara lebih komplit jika infonya memadai.