Select Page

Watt PMPO (peak music power output) diukur berdasarkan arus dan tegangan puncak yang bisa dikeluarkan sebuah amplifier.dimana watt PMPO diukur tegangan peak-to-peak kuadrat dibagi beban (Vpp2/R),sedangkan watt RMS itu dihitung Tegangan rms kuadrat dibagi impedansi beban (Vrms2/R),  Sedangkan pernyataan tanpa PMPO berarti daya diukur berdasarkan arus dan tegangan rata-rata.

WPMPO itu 8 x total watt RMS.jadi kalo ada ampli 4 kanal, biasanya ditulis 4 x sekian watt RMS,sedangkan kalo PMPO ditulis penjumlahannya, jadi kelihatan gede. misalnya 4 x 50 watt RMS bakal ditulis 1600 watt PMPO,sehingga tidak heran apabila PMPO memberikan angka kelihatan gede dan lebih bombastis. 

Tanya – alvina@technip

Dear rekan2,
Sebagai orang yang awam soal elektrikal, saya punya pertanyaan. Melihat iklan-iklan di TV, sebenarnya apa sih yang mendasari compo atau mini compo dengan berbagai fasilitas mempunyai berbagai macam daya ? Apa sih kelebihannya ? Atau apa sih gunanya Compo yang punya watt lebih gede ? Misal Compo merk anu type anu punya…1000 WPMPO, dan 2500 WPMPO…..7000 WPMPO, terus apa sih definisi sederhana dari ‘si PMPO’ ini ? Apa si PMPO ini juga didasari fasilitas si Compo itu, misalnya kekuatan treble dan bass, belum lagi daya cakram laser utk multifungsi (VCD, DVD, CD, CDRW, dll…) . Terus kenapa kok cuma utk compo saja dasar ‘PMPO’ ini saya banyak lihat, bukan utk yang lainnya. Satu lagi dalam kerangka Hemat Energi, apa iya Watt PMPO ini berbanding lurus dengan daya listrik yang diserapnya, perhitungan KWH meteran listrik misalnya ???

Isu ini kan sekalian menyambut Hari Raya, jadinya pasti rekan2 yang punya rejeki yang agak bertambah pingin beli sesuatu berupa elektronik misalnya dapat juga mengingat dasar ini, hehehe……
Tolong dong kepada yang berbasis elektro atau elektronik dapat menolong akan hal ini.
Terimakasih banyak atas perhatiannya.

Tanggapan 1 – weby@tf.itb

Pak Alvin,

Saya juga awam soal elektro, cuma pernah belajar sedikit dari orang elektro sih… waktu beli speaker buat komputer di rumah..

Besarnya daya dari speaker audio yang dihasilkan biasanya dihitung dalam satuan Watt, yang biasa disingkat “W”. Tapi para vendor menghitungnya dalam 2 cara yang berbeda – “watt RMS” dan “watt PMPO”. RMS singkatan dari “Root-Mean-Square” (yg pernah belajar rangkaian elektrik dan sodara2nya pasti pernah tahu), suatu persamaan yang secara matematis menghasilkan hitungan yang akurat dan mempunyai arti dari daya output yang dhasilkan speaker. PMPO sendiri singkatan dari “Peak Music Power Output”, suatu istilah yang dikreasi oleh orang2 marketing seolah-olah speaker yg mereka jual kelihatan lebih “powerful” daripada kenyataannya..

Sebagai contoh, mana yang akan lebih berkesan : 10 watt RMS atau 250 watt PMPO? kenyataannya, sebenarnya  kita membicarakan speaker yang sama.. atau contoh trik lainnya : “300 watt Four channel amplifier” sebenarnya mempunyai arti 150 watt RMS dibagi menjadi empat channel, atau 37.5 watt RMS per channel… nah loo..

Tetapi mereka juga tidak sepenuhnya dapat disalahkan, karena ada beberapa metode perhitungan daya (yg biasanya 1/2 atau kurang dari watt RMS, biasanya lhoo)
– Peak power
– Max power
– IPP – Instantaneous Peak Power
– PMPO – Peak Music Power Output
– dll

Mungkin segitu dulu.. kurangnya mohon ditambahi, lebihnya boleh disusuki, boleh juga ga disusuki..

Tanggapan 2 – donald@nsbatam
Rekan milis sekalian terutama Pak Alvin…

Saya sih tidak begitu paham dengan elektronik, tetapi setelah saya search di internet dia bilang bahwa perbandingan antara real output (biasa disebut dengan RMS = root mean square) dengan PMPO (peak music power output) bias kita masukkan dalam rumus sbb: PMPO = k * RMS; dimana k adalah faktor yang disamakan dengan ~ 20 Watts.

Semoga membantu.

Tanggapan 3 – Astra.Media@vico

Pak Alvin,

Saya tambahin sikit,

Watt PMPO (peak music power output) diukur berdasarkan arus dan tegangan puncak yang bisa dikeluarkan sebuah amplifier.dimana watt PMPO diukur tegangan peak-to-peak kuadrat dibagi beban (Vpp2/R),sedangkan watt RMS itu dihitung Tegangan rms kuadrat dibagi impedansi beban (Vrms2/R),  Sedangkan pernyataan tanpa PMPO berarti daya diukur berdasarkan arus dan tegangan rata-rata.

WPMPO itu 8 x total watt RMS.jadi kalo ada ampli 4 kanal, biasanya ditulis 4 x sekian watt RMS,sedangkan kalo PMPO ditulis penjumlahannya, jadi kelihatan gede. misalnya 4 x 50 watt RMS bakal ditulis 1600 watt PMPO,sehingga tidak heran apabila PMPO memberikan angka kelihatan gede dan lebih bombastis.  Maklum dikreasi oleh orang2 marketing dengan meminjam istilahnya mas weby.

correct me if I am wrong, because I am not a professional electric
neither a professional electronic engineer.

Tanggapan 4 – waskita@wifgas

Benar sekali keterangan Pak Nugroho

Saya tambahkan bahwa PMPO dikaitkan dengan Sound Pressure Level (SPL) yang dihasilkan oleh perangkat melalui speaker-nya. Perangkat suara compo dengan built-in speaker umumnya dinyatakan dengan PMPO. Perangkat suara component seperti Audio Amplifier umumnya dinyatakan dalam W RMS, karena SPL yang dihasilkan tergantung dari efficiency speaker (SPL/WRMS) yang dipasangkan. Dengan perkataan lain, bisa saja sebuah system dengan W RMS rendah menghasilkan PMPO yang besar atau sebaliknya, tergantung efficiency dari speaker yang dipergunakan. Umumnya speaker dengan kualitas suara tinggi (Hi-Fi) mempunyai efficiency rendah.

Perhatikan kata ‘peak’ pada PMPO, yang berarti peak power sebelum terjadi clipping. Spec W RMS umumnya adalah daya output maximum yang bisa dihasilkan oleh amplifier pada distorsi tertentu. Artinya, amplifier bisa memberikan daya sebesar W RMS rating pada tingkatan distorsi yang masih bisa diterima.

Share This