Inti scope kerjaannya seorang corrosion engineer baik di offshore maupun onshore adalah menghindari terjadinya failure yang diakibatkan oleh corrosion, makanya ada corrosion monitoring dan corrosion control. Misalnya dengan memonitor laju korosi internal dengan mengevaluasi performance chemical inhibitor yang dinjeksikan pada pipeline/pipework tersebut dengan teknik coupon, ER probe atau fluid sampling analisis. Sedangkan untuk external corrosion, melakukan monitor sistem proteksi katodik yang kita gunakan serta melakukan general visual inspeksi terhadap coating existing. Dalam project, akan membantu untuk mendesain corrosion monitoring dan control terhadap suatu plant/platform.


Tanya – Firman Bhaktiwinaya@profab
Dear All,
Beberapa saat yang lalu teman saya ada nawarin kerjaan di sebuah Oil  Company Bagian Corrosion kerjanya di Offsfore.
Yang ingin saya tanyakan adalah :
1. Mungkin ada diantara rekan-rekan yang pernah kerja di bagian itu, seperti apa Job Scope nya…kalau ada tolong di share  JukLak atau Standard Operasionalnya…
2. Pengetahuan apa saja yang harus kita kuasai..(saat  ini  saya cuma mengetahui general corrosion, dan sedikit tentang cathodic  protection)
Thanks,
Tanggapan 1 – bono budiyonos
Untuk internal corrosion bisa dimulai mempelajari mekanisme corrosion  mittigation dengan corrosion inhibitor, biocide, oxygen scavenger dan  h2s scavenger. Kemudian corrosion monitoring internal pipeline dengan  konvensional corrosion coupon dan instrumen LPR & ER corrosion probe.
Sedangkan external corrosion masih diseputaran cathodic protection  baik yang sacrificial anode atau impressed current. Lalu ada CIPS dan  DCVG survey untuk monitor performance cathodic protection dan coating  defect.
Tanggapan 2 – Firman Bhaktiwinaya@profab
Pak,
Terima kasih atas masukannya pak, Masalahnya, semua literature yang saya baca baik buku-buku ataupun hand out, kebanyakan secara teoritis…saya ingin lebih mengetahui apa saja scope kerjaan bagian corrosion baik di offshore ataupun di onshore.
Tanggapan 3 – Isya Muhajirin 
Most of all adalah monitoring corrosion trends, develop monitoring and mitigation program, support to projects (e.g. new facility, refurbishment, etc.) dan menyediakan technical expertise baik berupa recommendation ataupun strong judgement bagi pihak lain (e.g. pipelines, facilities, etc.)
Detailnya bisa banyak, tergantung seberapa complex assets yg harus dimonitor dan tujuan dari IMR (inspection, maintenance and repair) manual perusahaan dimaksud. Tinggal kita sebagai Corrosion Engineer dituntut untuk lebih creative dalam mengaplikasikan apa yg sudah digariskan dalam program departemen.
Contoh kegiatan:
– Inspection: CIPS, DCVG, T/R check, coating visual inspection, corrosion coupon, ER probes, LPR probes, MFL etc.
– Maintenance: chemical injection, T/R maintenance, access fitting and chemical injection point maintenance, pigging, etc.
Sepertinya sih sudah cukup banyak tapi barangkali masih ada yg bisa nambahin. Mudah2an apa yg ditulis disini bisa membantu.
Tanggapan 4 – Dedy, Iskandar (Singgar Mulia) 
Inti scope kerjaannya seorang corrosion engineer baik di offshore maupun onshore adalah menghindari terjadinya failure yang diakibatkan oleh corrosion, makanya ada corrosion monitoring dan corrosion control yang telah dijelaskan sebelumnya oleh Mas Bono. Misalnya dengan memonitor laju korosi internal dengan mengevaluasi performance chemical inhibitor yang dinjeksikan pada pipeline/pipework tersebut dengan teknik coupon, ER probe atau fluid sampling analisis. Sedangkan untuk external corrosion, melakukan monitor sistem proteksi katodik yang kita gunakan serta melakukan general visual inspeksi terhadap coating existing. Dalam project, akan membantu untuk mendesain corrosion monitoring dan control terhadap suatu plant/platform.
Sedangkan bedanya offshore dengan onshore hanya lingkungannya saja yang berbeda, pada topside facility prinsipnya tidak berbeda. Tapi untuk pipeline akan berbeda misalnya sistem proteksi katodik di offshore concern pada subsea pipeline, riser dan leg dari platform terhadap lingkungan seawater, sedangkan di onshore concern pada pipeline underground dengan lingkungan tanah atau rawa. CMIIW dan mungkin yang lain bisa menambahkan.
Tanggapan 5 – Riky Bernardo 
Nambahin dikit,…
Jika kita bicara mengenai scope corrosion, menurut saya sangat luas.
Itu tidak hanya mencakup chemicals (corrosion inhibitor, biocide, oxy scav, H2S scav, etc.) maupun juga cathodic protection dan external/internal coating and lining.
Scope corrosion juga mencakup material selection, material treatment, engineering design, fluid flow control, etc.
Corrosion juga sangat erat kaitannya dengan beberapa bidang job title lain seperti inspection and monitoring, failure analysis, etc.
Tanggapan 6 – syl_abc_xyz sylvana.liauw
Dear saudara/i,
Since kita lagi membahas sedikit banyak ttg corrosion. Boleh Tanya info adakah quick reference yang recommended buat justification of corrosion allowance tanpa detailed calculation? kemaren ada yang recommend spreadsheet nya NORSOK, yg kabarnya gratis di internet, tapi saya ga ketemu. ada recommendation lain kah? atau ada yang boleh share spreadsheet ttg corrosion allowance assessment?
Please advise.
Makasih banyak.
Tanggapan 7 – Riky Bernardo 
Saudari Sylvana,
NORSOK memang mudah dicari dan saat ini sudah gratis. Tetapi sepanjang sepengetahuan saya, NORSOK adalah software untuk memprediksi berapa internal corrosion rate yang terjadi yang ditimbulkan oleh suatu fluida tertentu dengan komposisi tertentu dan dengan parameter operasi tertentu. NORSOK tidak berbicara tentang corrosion allowance.
Data corrosion allowance untuk setiap material sudah ada dalam material data sheetnya. 
Mohon klarifikasinya apabila saya keliru,…
Tanggapan 8 – ricky mar ricky_13799014
Corrosion allowance itu biasanya dihasilkan dari : corrosion rate x design life misalkan corrosion rate 0.1 mm/year life time design 20 thn keluar lah corrosion allowance 0.1mm/yr x 20 years = 2 mm trus corrosion rate di hasilkan dari mana? banyak caranya
1. melalui formula seperti di norsok m-506 ini hanya untuk CO2 corrosion
2. dengan memakai2 software2 yang lain sperti : ECE-4 socrates dll
3. dengan melihat data base misalkan data base dari NACE
Corrosion rate itu tergantung pada :
1.Fluid properties
2 .Operating condition (pressure dan temperature)
3. Material
Tanggapan 9 – roeddy setiawan 
Dear millis,
Every company have different opinion on corr allow.
In general 0.125 inches was what most company used on their pocess vessel and pipeline.
Tanggapan 10 – Dwi A.S. Utomo 
Kebanyakan Company Specification memang sudah mencantumkan minimum corrosion allowance yang diminta untuk vessel/piping/pipeline yang mereka gunakan, dan nilai 0.125 inches (atau 3 mm) sering sekali muncul. Bahkan untuk internally SS-cladded vessel pun, yang diharapkan C.R = 0, seringkali ketebalan clad-nya (yang bisa juga dianggap sebagai CA) sebesar 0.125″ juga.
Tapi itu kan hanya minimumnya, apabila hasil perkiraaan corrosion rate x lifetime lebih tinggi, nilai acuannya tentu harus menyesuaikan dengan hasil perhitungan. 
Contohnya saja, saya pernah mendapat spesifikasi vessel dengan CA sebesar 5 mm.
Pernah juga ada beberapa Flowlines yang dispesifikasi dengan CA sebesar 10 mm.
Itu diluar perhitungan untuk beban-beban lain seperti pipe support dlsb, yang bisa jadi perlu nambah thickness atau bisa juga nggak.
Tanggapan 11 – roeddy setiawan 
Dear millis
Pengalaman saya kalau harus membuat design yg proper seperti para akademisi ngajar yah bisa ngak jadi jadi. kalau kita serahkan ke engineering company either engak jadi jadi juga atau we have to pay extra extra exytra penalty untuk itu. pasalnya engineering company akan put a lot of extra blanket to be safe on their side
Untuk chemical plant yg diturun kan misal nya urea plant, atau sejenis, raw material nya diketahui sejak awal. then we move along dg apa yg kita sudah tahu tidak bisa deviate kalau pabrik urea pasti tidak keluar merkury iya kan ???. disini design kriteria mudah dikerjakan
Untuk oil and gas development, say kalau kita mau monetize suatu discovery data yang kita peroleh hanya crude analysis. gas analysis and water sample. ini mungkin diambilkan dari satu sumur discovery. that about it. we cant just give this data to engineering company to let them design what we need. mereka balik lagi dg berbagai request, ahirnya default ada di owner.
Kembali ke corrosion allowance, perbedaan 1/8 inches dg 1/4 inches buat 200 km pipeline mean a lot tinggal dikalikan saja kelebihan tonage ke 5000 -6000 usd/ton so its something, significant. belum lagi kalau untuk offshore installation to thick pipe need special tools, kalau buat water depth yang cukup dalam mungkin tensioner nya ngak ada untuk barge yng kita incer, bisa bisa kita harus pake sophisticated installer yng mahal banget say 300K usd/day is common.
tapi buat di Indonesia, most oil and gas field was relatively forgiving, hanya beberapa field saja yang mengeluarkan material aneh aneh, say ada field yng mengeluarkan asam cuka dan free faty acid saya kira belum pernah ada di literature ???? so its case by case basis.