Saya ingin menanyakan sesuatu tentang drop pressure, di tempat saya bekerja ada compressor 3 stage. sunction 1 stage 120 psi, discharge 1 stage 400psi, discharge 2 stage  1200Psi dan  discharge 3 stage 1800Psi, di setiap stage ada  recycle untuk surge  protection, dan dari 3 stage discharge juga ada recycle line ke 1  stage suction. pada recycle line dari 3 stage ke 1 stage hanya  ada control vavle 4 inchi, nah disini terjadi drop pressure yang sangat tinggi. Sehingga terjadi iceing (bener nga tulisannya, pokoknya ada  es nya deh)di control valve dan pipa. apakah ini tidak apa2? apakah tidak merusak Pipa dan control valve?  dulu hal ini di biarkan saja. tapi sekarang pipa dan control valve dililit oleh heat trace.(cable pemanas) tapi hasilnya tidak efektif. masih terjadi iceing.  apakah tidak lebih baik di pasang restriction  orifice, atau Choke  valve (agar dapat di ubah2 dgn mudah).  bagaimana dengan pertimbangan ekonomis dan safety  nya jika di  perbaiki sytemnya atau di biarkan saja.

Tanya – vaulz

Saya ingin menanyakan sesuatu tentang drop pressure, di tempat saya bekerja ada compressor 3 stage. sunction 1 stage 120 psi, discharge 1 stage 400psi, discharge 2 stage  1200Psi dan  discharge 3 stage 1800Psi, di setiap stage ada  recycle untuk surge  protection, dan dari 3 stage discharge juga ada recycle line ke 1  stage suction. pada recycle line dari 3 stage ke 1 stage hanya  ada control vavle 4 inchi, nah disini terjadi drop pressure yang sangat tinggi. Sehingga terjadi iceing (bener nga tulisannya, pokoknya ada  es nya deh)di control valve dan pipa. apakah ini tidak apa2? apakah tidak merusak Pipa dan control valve?  dulu hal ini di biarkan saja. tapi sekarang pipa dan control valve dililit oleh heat trace.(cable pemanas) tapi hasilnya tidak efektif. masih terjadi iceing.  apakah tidak lebih baik di pasang restriction  orifice, atau Choke  valve (agar dapat di ubah2 dgn mudah).  bagaimana dengan pertimbangan ekonomis dan safety  nya jika di  perbaiki sytemnya atau di biarkan saja.

Tanggapan 1 – edward arnold

Mas Vaulz,
Di tempat saya juga ada kompresor dengan tiga tingkat kompresi. ringkasnya dari press suction stage 1
sebesar 14 kg/cm2 dinaikkan tekanannya menjadi hingga 200 kg/cm2 pada discharge stage 3, gas yang dikompresikan adalah hidrogen. disetiap stage kompresor ada control valve spill back  (mungkin ini yang disebut anti surge valve). Ketiga buah control valve spill back di kendalikan oleh suatu sistem kontrol yang multi loop. Kita sering sebut  sebagai Split range control. Gambar dan sistem kerja  kontrol bisa saya kirim jika minat. Bedanya dengan ditempat anda, di kompresor kami tidak  ada valve spill back dari discharge stage 3 ke suction  stage 1. Saya tidak mengerti dengan fungsi dari keberadaan control valve tersebut. Tentu saja pressure dropnya tinggi sekali. Bahkan akan akan sangat  sensitif dampak yang diakibatkan oleh ketidak stabilan control valve terhadap surging kompresor.  Mengapa  Iceing (tulisannya gimana), saya pikir ini adalah  akibat dari pressure drop yang cukup besar, Bukankah  sudah hukumnya bagi gas, penurunan press yang besar  akan dibarengi dengan penurunan temperature (betul nggak ya..?),seperti sistem kerja expantion valve di pendingin (AC).
 Jadi kalo mengacu ke spill back kontrol pada kompresor sejenis yang ada di tempat kami, mungkin vendor anda atau engiiner anda bisa evaluasi lagi keberadaan spill  back control valve dari disc.stage 3 langsung ke suction stage 1, apakah diperlukan.  Bukankah untuk  anti surge setiap stage kompresor sudah ada valve masing2. Memangnya kenapa sih kompressor di buat sampe  3 stage. Jawabannya mungkin kembali lagi.., kalo gitu  untuk apa valve dari stage 3 ke stage 1. Sorry kalo salah. Ditempat saya kompressor yang saya  maksud adalah H2 (hidrogen) Make Up Compressor. Di  Pertamina ada di Up2 Dumai dan Up5 Blk Ppn. Masing2 3  unit kompresor. Agustus ini kami T/A (Turn Around).  Salah satu kompresor di Over Houl.
Mau mampir… monggo mas.

Tanggapan 2 – arif_zaini

Mas Vaulz,
Saya coba ikut rembugan disini, tapi concern saya justru pada valvenya. Setahu saya (CMIIW), dalam design control valve selalu dipertimbangkan agar tidak terjadi kavitasi. Dalam hal ini terjadinya icing kemungkinan karena ada perubahan entalpy yang cukup tinggi pada perubahan fase gas menjadi cair pada penurunan tekanan gas yang cukup signifikan. Hal yang perlu diperhatikan salah satunya adalah apakah perubahan fase itu sudah terjadi?
Kalau ya, kemungkinan valvenya akan cepat rusak (cavitated) yang ditandai dengan noise yang tinggi atau vibrasi yanglumayan, atau kerja gas drier (kalau ada) menjadi sangat berat, karena tentunya kompressor tersebut tidak memperbolehkan fase cair masuk ke dalam sistem. Sebaiknya, kalau ada waktu, carilah program2 sizing valve untuk mengevaluasi kinerja valvenya. Untuk anti surge valve, lagi2 setahu saya, tidak banyak valve manufacturer yang membuatnya (CCI dengan Drag valve, Valtek dengan Tiger-tooth-nya, Severn Glocon dengan MLT-nya, Fisher, dan mungkin yang lainnya). Berkonsultasi dengan yang punya barang2 tersebut juga tidak ada jeleknya, sekalian nambah info.
Semoga bermanfaat.

Tanggapan 3 – Djohan

Bapak2 ysh,
kelihatannnya harus balik ke titik awalnya, fungsi instrument adalah mendukung agar peralatan proses berfungsi sesuai dengan design. Dalam hal ini compressor adalah peralatan proses, recycle valves adalah instruments yang berfungsi untuk mengatur flow balik agar kompresor kembali ke daerah operasi aman. Daerah operasi bahaya (tidak aman) bagi kompresor adalah surge zone, letaknya di sebelah kiri garis surge limit line dari grafik head dan flow rate.

Kalau yang dilihat hanya karena adanya iceing (0 derajat sudah akan terjadi es), jangan keburu takut, lihat dulu berapa sih temperaturnya lalu piping spec macam apa, c steel bisa tahan sampai -20 derajat, jadi mungkin tidak masalah. Lebih bagus lagi kalau dilihat secara komplit. Kompresor didesign untuk flow rate berapa dan pressure ratio berapa, lalu didalam dossier kompresor dicari daerah operasinya dimana. Kemudian dibandingkan dengan kondisi sekarang, berapa flow rate dan pressure dari sumbernya. Karena terjadi recycle yang berterusan, kelihatannya telah terjadi penurunan flow rate, akibatnya surge controller berusaha menaikkan flow rate dengan cara recycling dari high pressure ke low pressure, maka terjadi iceing. Penurunan flow bisa jadi karena sumbernya di suction berkurang ataupun karena adanya hambatan di discharge. Kalau sumbernya yang kurang, suction pressure turun, kalau ada hambatan di discharge, pressurenya naik. Lebih bagus kalau ada gambar lebih enak ngeliatnya.

Kesimpulannya cari data dulu sebanyak mungkin, silahkan dilihat di library data book, baru khawatir dan melakukan perubahan. Penjelasan disinipun jangan dipakai dasar untuk melakukan perubahan, karena cumin berdasarkan data yang sangat terbatas dengan sudut pandang yang lain2 pula.

semoga bermanfaat