Select Page

Tank Cleaning itu sebetulnya tidak begitu sulit dan tidak juga mudah. Ada beberapa hal yang perlu dicermati yaitu,

1.       Identifikasi fluida apa yang digunakan didalam tank selama operasi, berarti harus memiliki MSDS material.

2.       Identifikasi bahan untuk tank itu sendiri, yaitu apakah terdapat struktur yang lain, apakah Anode-nya, atau  aksesoris nya

3.       Metode pembersihan, apakah perlu bahan kimia atau tidak. Mungkin saja hanya membutuhkan steaming atau hanya semprot dengan air biasa.




Tanya – Respati
 


Dear rekan migas,

Ada yang sudah berpengalaman melakukan tank cleaning untuk onshore wash/shipping/skimming tank? terutama untuk yang berukuran besar? mohon share pengalaman untuk metodenya. saya ada projek dalam beberapa bulan ke depan untuk tank cleaning dengan spesifikasi tank: wash tank, 100 ft diameter, tinggi 40 ft, total capacity 56,000 bbls.

Saya sudah banyak baca literature, api 2015 & api rp 2016, hanya saja untuk praktek dilapangan, kalau ada rekan2 yang bisa share pengalaman, saya appreciate sekali.


Tanggapan 1 – Fajri Julisyah

Pak Respati,

Tank Cleaning itu sebetulnya tidak begitu sulit dan tidak juga mudah. Ada beberapa hal yang perlu dicermati yaitu,

1.       Identifikasi fluida apa yang digunakan didalam tank selama operasi, berarti harus memiliki MSDS material.

2.       Identifikasi bahan untuk tank itu sendiri, yaitu apakah terdapat struktur yang lain, apakah Anode-nya, atau  aksesoris nya

3.       Metode pembersihan, apakah perlu bahan kimia atau tidak. Mungkin saja hanya membutuhkan steaming atau hanya semprot dengan air biasa.

4.       Mungkin ada yang bisa menambahkan….


Tanggapan 2 – Rachmat Nuriadi Saputro

Saya mencoba menambahkan Pak respati 🙂

Benar apa yg di utarakan pak Fajri, pertama identifikasi dulu bahan yg selama ini disimpan dalam tank & akan diisi bahan yg sama atau bahan yg lain kedua identifikasi bahan dasar tangkinya. Di samping pembersihan tank, pipa2nya juga perlu dibersihkan dgn jln disirkulasi dgn menggunakan bahan pembersih (ntah itu waterbase atau chemical base).
Sependek yg saya tau, tank cleaning di shipping tank  dilakukan dengan menggunakan air panas atau air laut dengan dan dibilas dengan air tawar dan setau saya ini ada alatnya, tapi maaf saya kurang paham 😀 dan ini juga ada persyaratannya, salah satunya dilakukan di tengah laut. (CMIIW).
Mungkin rekan2 yg lebih berpengalaman bisa menambahkan lebih lanjut.


Tanggapan 3 – Fajri Julisyah


Terima kasih pak fajri,

untuk fluida dalam tank sendiri adalah crude oil, tank ini adalah tank pemisah atau wash tank, memisahkan air dengan minyak. Tanknya usianya sudah tua, 20-30 tahun, dan setelah cleaning tank ini akan dibongkar kemudian kita bangun baru lagi.

sebenarnya ini bagian project besar cuma saja dulu waktu penyusunan kontrak, pendahulu saya tidak mencantumkan cleaning scope, jadinya sekarang bikin sakit kepala hehehe..
saya sebenarnya sudah ada epc kontraktor untuk project ini, hanya saja karena performance epc kontraktornya yang bikin geleng2 kepala dan tambah stress makanya saya ingin mencoba option masukkan kontraktor lain untuk cleaning scope ini dengan segala plus dan minusnya tentunya.

tapi sebelum itu yang saya ingin ketahui tentunya apa saja yang perlu diperhatikan dalam cleaning ini dan tentunya praktek pengerjaan yang sudah umum dilakukan di oil2 company di indonesia ini (epc kontraktor saya klaim punya alat khusus bla bla bla..tentunya saya perlu verifikasi apa memang praktek tersebut memang normal dipakai di oil company lain).

saya amat appreciate kalau rekan2 bisa share pengalaman atau kontraktor yang mengerjakan (yang bagus pengerjaannya tentunya).


Tanggapan 4 – pagaralam_ind


Nambahin ya:

– Tank ex crude oil ini harus lah di steaming out sampai semua crude nya bersih (bisa jadi steaming out nya satu atau dua hari atau bisa lebih).

– Kalau tidak ada tank untuk penampung crude yg dibersihkan tadi, maka bisa diminta kontraktor menyediakan nya tentu saja plus pompa.

– Setelah di steaming out dan jika orang harus masuk kedalam tank untuk inspeksi atau membersihkan sisa-sia crude (jika masih ada) maka ini harus lah subject to Confine Space. Tata cara/prosedur berkeja dalam ruang tertutup harus lah diberlakukan sangat ketat supaya tidak ada pekerja yg celaka.

– Jika setelah itu ada pekerjaan panas (welding atau cutting) harus lah LEL nya mesti benar-benar zero dan continous gas monitoring selama pekerjaan berlangsung.

Demikian tambahan dari saya maaf kalau ada yg kurang.


Tanggapan 5 – Fajri Julisyah

Pak Respati,

Apabila crude oil nya mempunyai API rendah yang paling tepat dengan
melakukan penyemprotan dengan fluida yang panas yaitu steam. Tapi kalo light crude ya masih encer-encer dikitlah cukup pakai air jetting aja atau menggunakan karcher (maaf sebut merek dagang, tdk ada maksud lain) yang ada fasilitas pemanas di mesin semprotnya. Apalagi tank-nya setelah dibersihkan dan tidak dipakai lagi.eman uang nya mendingan untuk project yang lain. Lain halnya Tank ini akan dilakukan inspeksi yang mana datanya akan dijadikan sebagai referensi pembuatan tank yang baru dengan spec yang sama.


Penghilangi LEL di crude tank tidak sulit, hal yang terpenting adalah kandungan H2S yang terlarut atau terikat didalam crude itu sendiri, mungkin juga ada sludge yang mengandung mercury nya. Kalo bahan berbahaya ini yakin tidak ada.cara menghilangkan LEL dan sisa H2S cukup isi air sampai penuh pada kondisi atmospheric dg vent nya terbuka, sehingga gas release lebih gampang.

Selanjutnya terserah anda, tinggal comply dengan regulasi dan SOP yang anda buat tentang decommissioning equipment.


Yang difikirkan selanjutnya adalah bagaimana menanggulangi limbah darikegiatan pembersihan ini. Labour cukup cari kontraktor biasa saja dengan supervisi dari perusahaan anda sendiri.
Share This