Select Page

Saya ada panggilan untuk mengikuti test Bahasa Inggris BPMIGAS.
Seumur hidup saya belum pernah test bahasa Inggris untuk kerja, walaupun
sekarang saya sudah bekerja di International Company di oversea selama beberapa tahun. Saya bisa bicara bahasa Inggris dan orang Inggris juga mengerti yang saya bicarakan, dan itu sudah lebih dari cukup di tempat saya kerja sekarang.

Mohon bantuan dari teman2 sekalian, apa yang harus saya persiapkan untuk
menghadapi test tersebut ?
Apakah saya harus belajar 16 Tenses itu ? seperti yang di SMA ?
Kalau ada buku rujukan yang bisa direkomendasijkan untuk saya baca-baca.

Tanya – budi_halo

Dear All,

Saya ada panggilan untuk mengikuti test Bahasa Inggris BPMIGAS.
Seumur hidup saya belum pernah test bahasa Inggris untuk kerja, walaupun
sekarang saya sudah bekerja di International Company di oversea selama beberapa tahun. Saya bisa bicara bahasa Inggris dan orang Inggris juga mengerti yang saya bicarakan, dan itu sudah lebih dari cukup di tempat saya kerja sekarang.

Mohon bantuan dari teman2 sekalian, apa yang harus saya persiapkan untuk
menghadapi test tersebut ?
Apakah saya harus belajar 16 Tenses itu ? seperti yang di SMA ?
Kalau ada buku rujukan yang bisa direkomendasijkan untuk saya baca-baca.

Tanggapan 1 – yudi_keren02

Test English yang di maksud adalh test TOEFL.

Tanggapan 2 – yunianto

Klo boleh saran enakan di oversea saja, kenapa harus balik mas Budi, kecuali kontak habis.
Jakarta sangat ribet.

Tanggapan 3 – e.p. hadi

..tantangannya malah disitu Pak..!!, siapa tahu mas Budi bisa transfer iilmu & environtment..membenahi “keruwetan” yang ada di BPMigas.. 🙂

Keep fight mas Budi & sukses..!

Tanggapan 4 – Erlangga Affandi

Wah? Di BPMigas ruwet mas 🙂 ?

Tanggapan 5 – Riksha Lenggana

Wah, Pak Yunianto langsung straight to the point.
Untuk urusan “enak kerja” di oversea atau di Indonesia memang relatif ya Pak.

Di Overseas, mungkin soal THP udh jadi rahasia umum ya besaran nominal-nya.
Terutama yg berprofesi jadi “Muhandis” atau Expatriat di Negeri Petrodollar.
Di Indonesia sendiri, besarannya mungkin bisa menyamai. Tapi dari beberapa sisi, pengalaman work overseas yang belum bisa di dapatkan rekan-rekan di NKRI.

Btw, Pak Yun skrg nyangkul di mana nih ?
hehehe….

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Wah ada Kang Haji Yunianto yg komen tentang ribetnya Jakarta 🙂 🙂
Mari kembali Gurun Kang, bebas dari gosip infotaintment, hanya perlu GPS dan 4X4 utk bertamu ke kampung Badawi.

Btw.
Ntar pagi buta saya mau ke Doha, tp cuma mampir sampai airport tok, nggak bisa ke restauran jakarta “)

Tanggapan 7 – darwis jaya

test bahasa Inggris yang dimaksud kalo menurut saya bisa bisa TOEFL atau TOEIC, biasanya perusahaan memberikan bentuk ujian seperti itu pasti dan maksud dan tujuan untuk ke depannya, bisa saja ada pendidikan ke luar negeri, atau nantinya akan banyak tugas ke luar negeri dan banyak lagi …..sehingga mereka sudah tau SDM yg diinginkan untuk hal tsb. Kalo memang sudah ketentuan sperti itu tinggal pertimbangan dari Bapak sendiri, biasanya kandidatnya banyak terutama dari fresh graduate sehingga mereka akan benar2x mencari hasil yang terbaik.

Tanggapan 8 – Hendra Tahulending

Selamat pagi. Maafkan jika email ini mengganggu aktifitas Bapak-Bapak sekalian. Berkaitan dengan English Test di BP Migas, sepengetahuan saya, English Test yang dilaksanakan di BP Migas adalah English Proficiency Test (EPT)-nya LIA yang terdiri dari EPT Standard (Listening, Structure, Reading) + Interview + Essay Test yang semua di-cover Charge-nya oleh BP Migas. Test tersebut bisa didapatkan 1-2 weeks dan hasilnya akan dikirimkan LIA ke Head Office BP Migas di Wisma Mulia tepatnya di Divisi SDM dan Rumah Tangga, kemudian akan diseleksi. Saya belum tahu current system yang akan dilaksanakan oleh BP Migas tahun ini karena partner di tahun ini adalah Experd Consultant, dimana tahun-tahun sebelumnya adalah DDI. Mungkin ada perubahan/penyesuaian yang dilakukan oleh BP Migas ke arah yang lebih baik di tahun ini. Demikian pendapat saya. Selamat mempersiapkan dir rekan-rekan sekalian. Mohon maaf jika terdapat kesalahan penulisan. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Tanggapan 9 – ijak ijak lagi

Pak Hendra,
Terimakasih infonya.
Omong-omong kok saya status aplikasinya masih seleksi administrasi ya?Kebetulan saya apply pada posisi yang belum experience.Mohon infonya kalau ada yang status aplikasinya sama.

Tanggapan 10 – Hendra Tahulending

Dear Pak Jale,

Selamat siang Pak Jale. Menurut saya, itu sedang diproses karena statusnya “Seleksi Administrasi”. Jika mengacu pada FAQ bpmigas.experd.com/faq.php dimana ada Q and A sebagai berikut :

Q
   
:
   
Saya telah melamar pada lowongan yang tersedia dan aplikasi status tetap “Seleksi Administrasi” hingga sekarang. Apakah artinya? Apakah saya masih memiliki kesempatan di posisi tersebut?
A
   
:
   
Seleksi Administrasi artinya kami telah menerima aplikasi Anda dan sedang menyeleksi aplikasi Anda. Jadi Anda masih memiliki kesempatan di posisi tersebut hingga kami memperbaharui status Anda atau hingga proses rekrutmen telah selesai.

Jika mengacu pada hal tersebut di atas, maka seharusnya Aplikasi Bapak dan rekan-rekan yang lain yang mengalami hal yang sama tetap diproses. Mohon bersabar. Ada beberapa kemungkinan :

1. Tahapan seleksi dilakukan dengan sistem Gelombang berdasarkan tanggal pendaftaran
2. Sistem Gelombang dilakukan dengan sistem Klasifikasi Divisi (karena sepengetahuan saya, ada yang Undangan Test-nya tanggal 24 untuk yang Exploitation, ada yang tanggal 27 untuk Electrical Maintenance).

Untuk lebih lanjut saya rasa bisa menghubungi bpmigas@experd.com. Semoga membantu Pak Jale. Tetap sehat dan sukses. Terima kasih.

Tanggapan 11 – Ikhsan Zaher

Saya apply ke divisi eksploitasi 0-4 thn exp pada tanggal 17 Juli (hari terakhir). Dapat undangan test pada tanggal 27 Agustus.

Tanggapan 12 – Ricky Yoseffine

Halo pak

saya juga dipanggil dalam test ini
pengalaman test kemarin sama seperti kita test TOEFL ada listening, writing dan interviu jadi mungkin memang harus dipersiapkan secara baik mungkin kita bisa bertemu disana ketika test.

Tanggapan 13 – Rania Indrianingsih

http://www.beritajatim.com/detailnews.php/1/Ekonomi/2012-06-06/137666/Kurtubi:_Tak_Sesuai_Konstitusi,_Bubarkan_BP_Migas

esaksian di MK Saat Uji Materi UU Migas
Kurtubi: Tak Sesuai Konstitusi, Bubarkan BP Migas

   
Rabu, 06 Juni 2012 16:42:59 WIB
Reporter : –

Jakarta–Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini (Rabu, 6/6/2012) menggelar sidang uji materi UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan mendengarkan keterangan ahli dari pemohon.

PP Muhamadiyah sebagai pemohon menghadirkan ahli-ahli seperti pengamat ekonomi Ichsanudin Noorsy, mantan Menko Perekonomian dan industri Kwik Kian Gie, dan pengamat perminyakan Kurtubi, sebagai acuan untuk uji materi UU migas ini.

Din Syamsuddin selaku perwakilan dari pemohon meminta hakim konstitusi mempertimbangkan pendapat ahli. “Kiranya Mahkamah Konstitusi bisa mempertimbangkan dengan jernih pendapat pa
ra ahli, karena ini merupakan suara dari sebagian masyarakat Indonesia demi terciptanya kemakmuran bangsa dan negara,” ujarnya, di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (6/6/2012).

Pakar perminyakan Kurtubi, yang menjadi saksi ahli mengatakan sebaiknya pemerintah membubarkan BP Migas demi bangsa dan negara, agar ke depan industri migas nasional menjadi lebih bergairah serta investasi meningkat. Kurtubi juga mengimbau MK untuk mencabut UU Migas No 22 tahun 2001 karena keberadaan BP Migas dianggap bertentangan dengan konstitusi.

Pakar ekonomi Ichsanuddin Noorsy menganggap pemerintah tidak berdaya terhadap sumber daya alamnya. “Bila pemerintah tidak ada perubahan, sampai 2020 Indonesia akan didikte perusahaan minyak asing.”

Sementara itu, Kwik Kian Gie menegaskan bahwa pemerintahan sudah dicuci otaknya oleh asing. Pemerintah telah melakukan rekayasa pikiran dan pembohongan luar biasa sehingga menyebabkan kerugian yang dialami oleh negara. Sidang uji materil ini dilanjutkan kembali pada tanggal 19 Juni 2012 dengan agenda masih mendengarkan keterangan para ahli. [air]

Tanggapan 14 – asliBeno

Milister,
Terkait keputusan MK, apakah sudah ada keputusan final nya? dan bagaimana ke depannya BPMigas?

Tanggapan 15 – yudi_keren02

Setuju sekali

Tanggapan 16 – baihaqi.yussal

Alasan kuatnya apa ya?
Trus nasib org yg didalamnya gmana?

Tanggapan 17 – Iwan Agung Dwi Saputra

Saya setujunya BP Migas dikembalikan lagi ke PERTAMINA, seperti sebelum memisahkan diri dari PERTAMINA.

Tapi heran juga yach kenapa Pak Kurtubi nggak minat jadi Menteri ESDM yach?

Tanggapan 18 – Eko Drajat, Nugroho

memang pada kenyataannya ada 2 kubu antara yg mengingin BP Migas tetep eksis sbg regulator dan yg menghendak fungsi BP Migas di kembaliken ke
BPPKA Pertamina ………… seperti dulu.

Hanya pertanyaan saja dari awam:
Mengapa justru setelah ada BP Migas hingga saat ini sdh sekitar 11 tahun produksi minyak Indonesia justru semangkin menurun ?? Sementara
keberadaan BP Migas memerluken biaya tdk sedikit ……….. apalagi sekarang sedang giat merekrut …………

Taggapan 19 – hendri brewew

mas Eko,

mungkin kalo mas Eko lebih sering membaca2 berita di koran dan di milist ini, mas eko bisa tau jawaban kenapa produksi minyak Indonesia bisa turun 🙂

Tanggapan 20 – Eko Drajat, Nugroho

ya betul jg mas, jawaban nya sebenarnya sdh diketahui. Mungkin pertanyaan saya kurang tepat.

Lebih pas nya pertanyaan mungkin seperti ini:
“Kenapa dg adanya BP Migas yg sdh menyedot anggaran cukup besar tidak bisa menaikkan produksi minyak RI? Kalau tidak bisa menaikkan produksi buat apa ada BP Migas?

Tanggapan 21 – ardian_shah

Pak Eko,

Saya coba baca2 tulisan dr pejabat BP Migas.. Biar agak berimbang.

Menurut BP Migas, penurunan produksi nasional sudah terjadi sebelum adanya BP Migas. Sejak adanya BP Migas, tingkat (laju) penurunan produksinya berhasil dikendalikan shgg tidak terlalu parah.

Tanggapan 22 – saputrn

Mas Eko,
Saya termasuk yang Tidak setuju bpmigas dibubarkan. Tapi sarannya disederhanakan saja sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Dan sebaiknya yang direkrut experience personnel yang sudah mapan (full experience ) didunia oil Dan gas, karena main jobnya auditor.
Untuk komposisinya sendiri jangan terlalu besar agar lebih efesien Dan efektif sesuai kebutuhan.

Tanggapan 23 – Rania Indrianingsih

secara model bisnis,
mestinya equal, G to G, atau B to B
Petronas yg hikayatnya berguru kepada Pertamina, dengan PMU nya, adalah B to B saat ini, yang terjadi adalah G to B …. ini yang keliru Pak dan harus diluruskan tapi kalo liat RI-1 nya masih Si Beye, kayak2nya ngga ada perubahan …

Tanggapan 24 – Mico.Siahaan

Bu Rania,

Bukankah itu amanat UUD bahwa bumi alam dikelola negara? BP Migas memang bukan entity bisnis. Tidak tepat kalau relasi BP Migas dan KPS dikatakan relasi bisnis.

Tanggapan 25 – Casdira

Pak Mico,

Betul kata Bu Rania, yang benar adalah B to B, mestinya. Dan negara sudah punya instrumen B to B, melalui PERUSAHAAN NEGARA. Tidak ada negara di dunia yg mengelola migasnya dg model G to B, karena jelas merendahkan derajat negara setara dg kontraktor.

Kalau toh mau dibikin hubungannya dengan negara, bentuknya mestinya IJIN mengelola migas bagi kontraktor (negara sebagai pemberi lisensi, lebih tinggi dari kontraktor), seperti yg berlaku di tambang umum, bukan NEGARA BERKONTRAK.

Kontrak PSC adalah kontrak bisnis, itu jelas sekali. Silakan pelajari isi kontrak PSC kita.

Tanggapan 26 – Mico.Siahaan

Wah, terima kasih Pak Casdira atas penjelasannya. Baca yang saya tulis: hubungan BP Migas dan KPS bukan hubungan bisnis. BP Migas itu mewakili negara, KPS itu kontraktor. Jadi memang bukan hubungan yang setara. BP Migas regulator, KPS bukan.

Jadi kalau benar yg Bapak tuliskan, contract PSC itu kontrak bisnis, lalu bagi orang awam hukum seperti saya: mengapa masih diteruskan penandatanganan PSC antara BP Migas dan KPS? Toh secara substansi sudah tidak benar mengingat posisi yang tidak setara. Berarti sistem yang berjalan pun sudah tidak benar. Dengan atau tanpa BP Migas, PSC tidak bisa dijalankan selama negara tidak memberi wewenang kepada Pertamina. Pertamina tidak identik dengan pemerintah ‘kan?

Tanggapan 27- Casdira

Kontrak PSC antara BPMIGAS dg KPS diteruskan karena UU Migas memang mengatur demikian.

Justeru itulah judicial review UU migas dilakukan, supaya yang keliru itu tidak terus-menerus dilakukan.

Tanggapan 28 – Pandu Winarno

dari email yg berisi penjelasan Dr. Rizal Ramli,
UU Migas 2001, sponsor utamanya USAID ya Pak? beberapa sumber di media, menulis laporan keuangannya ada di website resminya, sbg biaya lobby DPR dan pemerintah.
apakah artinya kepentingan asing “bermain” di sini?

sungguh terlalu …

Tanggapan 29 – Faisal Reza

itu bukan rahasia lagi….sejati nya awalnya khan atas permintaan IMF waktu kita krisis dulu .. term & condition….pertamina harus bukan pemerintah lagi…dan dibetuklah bpmigas dsb dsb….

dalam kasus kesejahteraan….waktu pertamina masih sebagai PMU (pinjem istilahnya petronas)…toh juga gagal menyejahterkan rakyat banyak….dulu KPS2 juga sudah berseliweran….bhkan blok duri dumai juga beberapa blok juga dibuat oleh caltex (chevron skrg)….

memang produksi dulu besar…tapi gimana wong namanya skrg sumber minyak nggak akan bertambah…meski dgn asumsi belum yg di survey skrg ini….

terlepas dari banyaknya kasus2 KKN di BPmigas…dulu saya kira pertamina tidak immune dari ini….

kalau kita kembali ke mencontoh PMU nya petronas….kita sudah ada sejak dulu…tapi juga gagal….

bagi saya baik BPMigas atupun mbalik lagi ke pertamina tetep aja susah utk menaikkan produksi kalau memang reserve nya habis….

juga masalah kesejahteraan….tetep aja begitu kalau clausul2 PSC tidak dirubah….

bagi saya kalau mental nya sama….maka baik itu pertamina…bpmigas….atau ganti nama lagi nantinya…tetap aja kalau…

Share This