Select Page

Katanya jika power factor kecil maka tidak effisien pada generator, trafo, dan system distribusi?

Kondisinya begini, plant saya punya electric generator sendiri (tidak beli dari PLN). Pembangkit berupa 5 buah gas turbin generator masing masing 2 MW.
Sebagian besar (hampir semua) konsumen listrik adalah motor induksi sehingga power factor kecil kisaran 0.5-0.6 (terbaca di generator control panel).

Apakah dengan meningkatkan power factor maka:
1 Saya bisa meningkatkan effisiensi energi listrik saya (baca:menurunkan konsumsi fuel gas untuk generator)?

2. Saya bisa mengurangi jumlah generator yang beroperasi? (karena katanya dengan peningkatan power factor maka tidak diperlukan kapasitas pembangkit yang besar)

Tanya – Muchlis Nugroho

Numpang tanya tentang power factor.

Katanya jika power factor kecil maka tidak effisien pada generator, trafo, dan system distribusi?

Kondisinya begini, plant saya punya electric generator sendiri (tidak beli dari PLN). Pembangkit berupa 5 buah gas turbin generator masing masing 2 MW.
Sebagian besar (hampir semua) konsumen listrik adalah motor induksi sehingga power factor kecil kisaran 0.5-0.6 (terbaca di generator control panel).

Apakah dengan meningkatkan power factor maka:
1 Saya bisa meningkatkan effisiensi energi listrik saya (baca:menurunkan konsumsi fuel gas untuk generator)?

2. Saya bisa mengurangi jumlah generator yang beroperasi? (karena katanya dengan peningkatan power factor maka tidak diperlukan kapasitas pembangkit yang besar)

Demikian,

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Muchlis,

Wah excellent idea pak, a money maker project . kalau memang benar power factor yg diderita power plant bapak 0.5 -0.6 a significant saving bisa di lakukan dg minimum investment

harus nya yg baik 0.85 keatas , dari sini bisa dibilang kalau bisa disembuh kan bapak akan gain 3.5 MW -2.5 MW. bisa matikan satu turbine minimum atau tambah produksi dg harga fuel yg cukup mencekik its very good project.

saran saya find professional company untuk melakukan tera ulang buat berbagai instrument di power house siapa tahu false indication/poorly calibrated. jadi nanti usulan nya lebih prudent.

device nya banyak pak, dan sederhana hanya manipulir phase vector yg keluar dr generator sehingga cos phi mendekati satu biasanya 0.85 org sudah puas. .
biasanya kalau motor listrik pf nya 0.7 – .8 motor2 generasi baru banyak yg diatas .8

jadi kalau motor old generation nakin lama dipakai makin rugi sebetulnya change to new generation high efficiency motor sering dikerjakan.

Tanggapan 2 – Crootth Crootth

Ini juga yang tampaknya sedang dilakukan di Chevron Indonesia Co, mengganti yang ga efisien dengan yang lebih efisien, mungkin Pak Mustamin bisa banyak cerita… hehe.

Tanggapan 3 – ardi soma

Ya..
Benar pak,
Cos phi 0, 5- 0, 6 itu boleh dikatakan jelek..
Efisiensi jadi menurun, trus biaya jadi mahal,
Coba manitenance dulu seperti coil di motor2 yg sudah lama, di panaskan lagi, dan instrument lain yg sudah afkir..
Klo ga bisa, Bru ganti dengan motor – motor yang lebih tahun tinggi pembuatan nya. (biasa mereka udah buat 0,8) Seperti yg di bilang pak rudi sebelmnya..

Itu saja, Klo salah, mohon dikoreksi.

Tanggapan 4 – Budiawan Butarbutar

Asumsikan turbine dan generator masih baru, motor-motor (load) masih baru, dan semuanya high efficient
Ya tetap power factor akan < 0.8. Lha teoritisnya motor itu khan beban induktif. Tidak ada yang salah dengan itu. PLN sendiri toh ada juga menjual daya KVAR atau MVAR.
Masalahnya kalau bapak butuh daya KW atau MW yang tinggi ya bapak harus kompensasi beban berkarakter induktif dengan kompensator yang bersifat kapasitif. Ini khan cuma permainan vector.

Kalau saya salah mohon dikoreksi.

Tanggapan 5 – Ahfas, Amir

Untuk plant sebesar 10MW dan mayoritas load adalah motor induksi kira2 kalo nanti jadi dipasangi capasitor bank, harmonic-nya ngaruh enggak ya?

Tanggapan 6 – Ahmad Toha QH

Masalah power factor setahu saya, kalau power factor nya = 1 maka arus yang mengalir akan lebih kecil di banding dengan jika power factornya =0,6 untuk daya yang sama. Daya hantar kable atau penghantar diukur pakai ampere nya , jadi kalau power faktor bagus maka kita dapat menghindari terjadinya Rugi daya karena penghantar. coba hitung deh!

Tanggapan 7 – ardi soma ardi

Pak Amir,

Kalo dipasang kapasitor bank, maka akan berpengaruh ke harmonic nya pak. Biasa nya berubah pada Nilai Q nya.
Biasa nya panas di kapasitor bank nya..Trus dipasaran ada kapasitor bank yng sudah ada filter nya. (completed)

Semoga bisa membantu, Mohon dikoreksi kalau ada salah..

Tanggapan 8 – Erwin (Jakarta)@WorleyParsons

Investasi Capacitor Bank juga harus di perhitungkan, Terutama Harga Beli…dan Operasional nya, pengalaman dengan Peng-Operasian .. Umur Capacitor Bank..masih sangat Rendah, jadi Total total Harga Beli Cap-Bank & Operasi Cap-Bank..sangat mahal..

Contoh Kasus ( Tahun Sebelum 2000 di Fabricator ) : Dulu Pernah pakai punya XXXX dari Negeri Eropa…ternyata Sering Jebol, dan Tenaga Ahli nya di datangkan untuk menganalisa…beliau Cuma Berkata” Disini Kualitas Listrik nya gak Bagus, sehingga Spike yg terjadi Merusak Capasitor “…..dan mereka memberikan solusi..Ganti Capasitor dengan yg baru…apa yg terjadi Setiap ½ tahun mesti ganti Cap-Bank ( Cap Only sich )..tapi ya muahal buanget…sekedar Informasi Waktu itu Cos Phi terendah Inrush bisa 0.3-0.4

Tanggapan 9 – Dedy Desril A.

Lah, bung Erwin,
Bukannya capasitor itu fungsinya buat motong spike tersebut dan menyimpannya diCapacitor Bank yahhh? kenapa bisa merusak Capacitor..?
Paling gampang menyelesaikan masalah itu ya nyalahin orang laen…

Tanggapan 10 – Erwin (Jakarta) Erwin@WorleyParsons.

Solusi Dari Suhu..PT.XXXX..adalah ” Pak Ganti yang baru..sebab design awal nya gak sesuai dengan kondisi System Bapak”…..he…he….padahal waktu masuk ..dan tahap pembelian barang…orak tau…jadi kitiban susah nya doank…he..he

Cerita itu bener bener terjadi…sehingga Company akhir nya memutuskan gak usah pakai Cap-Bank lagi….sehingga Beban puncak ..yaitu di jam 9 Pagi sampai jam 3 Sore…..mesti gantiian ..kusus nya yg berat berat beban nya..

Tanggapan 11 – Sigit kumoro bekti

Dear P Mukhlis,

menarik juga ya problemnya… mungkin sebelum tera ulang bapak bisa lihat kebutuhan daya aktif dan reaktif keluaran dari generator Bapak. kemudian di cocokan dengan capability curve geneartor nya jika memang berada pada are cos phi segitu mungkin memang kebutuhan beban reaktif pada plant Bapak sangat besar (dipengaruhi oleh motor induksi untuk penggerak atau lainnya).

biasanya memang rata-rata cos phi 0.8 keatas dianggap masih aman.

sebetulnya diluar permasalahan dengan cos phi yang rendah (fuel consumption) adalah permasalahan generator juga mungkin yang perlu dilihat terlebih dahulu kemampuan generator Bapak dengan curva capacility. karena kenaikan MVAR (cos phi rendah) berpengaruh besar pada temperature winding stator di generator Pak dan berdampak pada ketahanan isolasi generator Bapak. karena setiap gnerator dirancang dan diakomodasi dgn curve ini Pak. Tapi mungkin untuk memastikan bisa baca manual generatornya Pak.

saya pernah me
nghitung juga berdasarkan data statistik di plant kita pengaruh MVAR terhadapa fuel consumption. memang ada pengaruhnya  sih.. dapat ga besar besar juga Pak.
kalau boleh tau Pak tegangan output generator berapa ya? atau berapa persen diatas nominal tegangannya Pak?

Mungkin cara yang banyak dilakukan sekarang termasuk yg dianjukan PLN pada industri dengan instalasi capacitor bank (biayanya lumayan juga sih) mungkin ada cara lain ya?

Tanggapan 12 – ebahagia

Dear Pak Muchlis,

Coba berdiskusi dengan ESCO (Energy Service Company) atau team energy plant Anda seputar energy management, dsb… beberapa pilihan “solusi” seperti kapasitor, inverter, ganti motor listrik, dsb adalah obat yang mungkin menyelesaikan masalah Anda… tapi akan sangat lebih baik menganalisa problematic terlebih dahulu baru beli “obat” – Dengan kata lain “energy audit” dulu baru beli ini itu.

Share This