MPFM bertujuan untuk menggantikan penggunaan test separator. Yang menjadi masalah adalah harganya yang melebihi test separator. Masalah lainnya adalah kepercayaan pada kalibrasinya.
Penggunaannya dimaksudkan untuk menguji produksi sumur yang menggunakan subsea wellhead. Penggunaan barang elektronik di dasar laut justru menyulitkan perawatannya. Padahal MPFM dimaksudkan untuk berfungsi sampai puluhan tahun.

Tanya – falhum

Dear rekan,
Mohon info untuk distributor Multiphase meter di Jakarta.
Sebelumnya terima kasih.

Tanggapan 1 – Miftachul munir@chevron
Kebanyakan Multiphasemeter (MPFM) keagenannya di luar negeri. Terutama di KL dan Norwegia. Beberapa brand saja ada distributor-nya di Indonesia.
Sebaiknya konek dulu ke internet (mbah google tentu byk membantu). Pelajari dan pilih teknologi-nya sebelum mengetahui distributornya.

Tanggapan 2 – Elwin Rachmat

Saya termasuk dalam yang tidak menyetujui penggunaan MPFM.
MPFM bertujuan untuk menggantikan penggunaan test separator. Yang menjadi masalah adalah harganya yang melebihi test separator. Masalah lainnya adalah kepercayaan pada kalibrasinya.
Penggunaannya dimaksudkan untuk menguji produksi sumur yang menggunakan subsea wellhead. Penggunaan barang elektronik di dasar laut justru menyulitkan perawatannya. Padahal MPFM dimaksudkan untuk berfungsi sampai puluhan tahun.
Kelemahan MPFM inilah yang menyebabkan saya tetap menganjurkan penggunaan test separator di permukaan dengan pertimbangan harga, kemudahan kalibrasinya dan perawatannya.

Tanggapan 3 – Wisnu Purwanto

Penggunaan MPFM akan memberikan the best TCoO (total cost of ownership) jika dalam design, pemilihan, pemasangan, pengoperasian dan perwatannya dilakukan dengan benar.
Disamping itu perlu juga perlu merubah mindset para pengguna dari pola pikir Test separator ke mindset MPFM (yang memberikan informasi dynamic well beahviour) jika memang aplikasinya utk menggantikan test separator.
Test Separator itu sendiri sebetulnya termasuk kategori MPFM – tipe konvensional – dimana dilakukan full separation sebelum pengukuran.

Mengenai cost (saya lebih suka menggunakan istilah TCoO) tentunya memang harus dipertimbangkan banyak aspek dan tidak begitu saja langsung dibandingkan.
Bahkan untuk offshore platform – pemakaian MPFM disetiap flowline bisa merupakan solusi yang lebih cost effective dibanding test separator, dimana ukuran platform jadi lebih kompak karena tidak adanya test header dan sejumlah switching valves – tentunya metering stakeholders (PT, RE, Programmer, HCA dll) akan memeperoleh continous on-line measurement data setiap saat tanpa perlu memerintahkan untuk melakukan well testing dan menggodok datanya.

Salah satu legacy yang saya tinggalkan di Brunei – MPFM menjadi standard untuk dipasang di setiap platform – kecuali jika secara tekno ekonomi tidak layak. Bahkan, untuk onshore, meskipun CAPEX MPFM lebih mahal, namun tetap memberikan keuntungan lebih banyak untuk water injection well – dimana data yang dihasilkan sangat crucial untuk RE, PT and production system optimization.

Field saya bekerja saat ini  belum berproduksi, tapi saya akan memanage 22 MPFM yang 20 diantaranya dipasang di setiap flowline dan akan berkontribusi mengukur produksi 450,000 BOPD oil + 20MSCMD – lebih dari separuh produksi RI.
Cukup banyak persiapan yang harus dilakukan utk itu.
Mengenai maintenance MPFM – ada 2 kesalahan fatal yang sering dilakukan para operator:
– MPFM is maintenance free – sehingga tidak ada yang ngurus dan take care
– MPFM maintenance is very complicated – sehingga nggak ada yang ngurus karena takut salah dan rely ke vendor.

MPFM – apapun merknya, membutuhkan “maintenance” dan maintenance MPFM juga bukan rocket science – banyak equipment yang jauh lebih complicated dari MPFM tapi bisa dimaintain. Yang sering terjadi, MPFM diserahkan begitu saja ke instrument operator/technician tanpa training yang memadai. Training diberikan tapi malah keorang project atapun yang tidak incharge. Ya, runyam.

Kembeli ke pertanyaan OP – ada sekitar 2 lusin MPFM dipasaran – al: Abbon Flow Master, Accuflow LT Series, Agar 301 / 401, ESMER, Pietro Fiorentini Flowwatch, Haimo MPFM 2000, Jiskoot Mixmeter , Kvaerner Duet , Roxar 1900 VI and 2600, Schlumberger/3-Phase Measurement Vx , Weatherford REMMS (Red Eye MP Metering System) , MPM AS, Neftemer, VEGA, Edeng, dll.
Menjamurnya vendor MPFM ini sesungguhnya merupakan fenomena menarik – artinya MPFM memiliki pangsa pasar / deman yang tinggi.
MPFM tsb. menggunakan berbagai teknology – ada yang mirip2, ada yang sangat berbeda – semuanya mengklaim kecap nomor 1.
Nah ini yang harus dicermati – oleh karenanya pemahaman mengenai aplikasi multiphase measurement sangat kritikal. saat ini tidak ada standard utk MPFM, tapi handbook MPFM bisa didownload gratis dari websitenya NORSOK – sangat bermanfaat sekali.

Tanggapan 4 – Elwin Rachmat

Menarik apa yang yang dituliskan Pak Wisnu. Tetapi ada beberapa hal yang saya kurang mengerti.

Apakah benar ada MPFM yang dipasang di setiap flow line yang berarti satu sumur satu MPFM?
Bila benar demikian, sungguh beruntung sistem ini dipasang di Brunei bukan di Indonesia.
Sungguh terlampau banyak biaya yang dikeluarkan. Bekas perusahaan saya
menempatkan beberapa MPFM masing masing satu untuk satu satelit yang jumlah sumurnya mencapai belasan. Jadi satu MPFM untuk untuk belasan sumur. Saya pernah bekerja di lapangan yang produksi puncaknya mencapai 170,000 BOPD. Jumlah sumurnya hampir mencapai 200. Jumlah tes separator yang kami operasikan hanya 6 buah. Bagi Reservoir Engineer kami 1 sampai 2 Well test per sumur per bulan sudah mencukupi. Pengukuran secara kontinu adalah kemewahan yang tidak memiliki nilai tambah.

Kami juga pernah menjalankan program water injection yang mencapai puluhan ribu bbl air yang di injeksikan setiap harinya. Penggunaan MPFM untuk ini dengan mudah puluhan bahkan ratusan kali lipat lebih mahal dari pada orifice meter konvensional, karena air yang diinjeksikan hanyalah 1 phasa.

Pada awal MPFM melakukan promosi, saya pernah membuat vendor MPFM kecut.
Saya menantang mereka untuk memasang MPFM secara seri dengan test separator.
Vendor yang bersangkutan dengan halus menolak tantangan saya. Jelas disini
kalibrasi MPFM memiliki kelemahan sehingga ketelitian pengukuran tidak dapat diandalkan. Entah bagaimana dengan perkembangan MPFM yang terakhir.

Pada bekas perusahaan saya bekerja, penambahan MPFM tidak dilakukan lagi.
Pertimbangan yang diambil antara lain test separator dapat melakukan Well start up dan pengukuran produksi yang sangat rendah dibawah wilayah kerja alat ukur on line.
Pada Well start up, test separator dapat membakar gas sambil mengambil cairan dari sumur sehingga menyelamatkan minyak tidak menjadi spill.
Pada saat produksi yang sangat rendah, cairan produksi (yang sudah terpisah dari gas) dialirkan kedalam calibrated tank untuk dihitung volumenya. Kedua hal diatas tentunya tidak dapat dilakukan oleh MPFM yang paling canggih sekalipun.
Perlu juga diingat pada akhir masa produksi setiap sumur produksi akan sangat merosot. Jangan sampai pada saat produksi menurun justru baru memikirkan untuk investasi baru hanya untuk memobilisasi test separator untuk menggantikan MPFM yang tidak berguna lagi.
Semua perhitungan keekonomian yang direncanakan pada awal produksi akan berantakan.

Memang mungkin Indonesia berbeda dengan Brunei. Di Indonesia biaya itu tidak hanya harus efektif tetapi juga harus efisien. Setiap dolar CAPEX dan atau OPEX akan menjadi cost recovery yang harus dibayarkan oleh BPMIGAS sesudah “ditombok” terleb
ih dahulu oleh KKKS.

Tanggapan 5 – Wisnu Purwanto

Saya tidak lagi di Brunei,
Namun konsep 1 MPFM di Brunei merupakan konsep yang saya tinggalkan. Saat ini saya di Kashagan project – dimana setiap flow line juga dipasang 1 MPFM. Nggak perlu lagi well testing, nggak ada deferment dan dynamic behaviour dari well bisa dimonitor setiap saat,
Bisa saya katakan konsep semacam ini semakin banyak di terapkan diberbagai belahan bumi lain – itu juga sebabnya produsen MPFM saat ini menjamur (ada sekitar 20 vendor MPFM) dan sales MPFM worldwide meningkat mencapai ribuan unit pertahun.

Jika dilihat dari nilai project – MPFM itu sendiri cuma bagian yang sangat kecil dari total nilai project – apalagi kalau konsep ini dari awal merupakan BOD – sebagai ilustrasi kita “cuma” menghabiskan sekitar 20 Juta US dari total 80 Milyar USD.
Cost saving dari konsep ini mencapai ratusan juta $ – ketika ketika melihat dari TCoO.

Konsep penggunaan MPFM di Kashagan project merupakan hasil study bersama dari JV – Shell, Conoco Phillip, Total, ENI dan MobilExxon. Saya ditarik dari Brunei kesana utk support project tersebut. Rencananya akan saya presentasikan di North Sea Measurement conference tahun depan.

Pemakaian MPFM untuk water injection di Brunei karena PT and RE menghendaki well testing dilakukan hampi setiap hari – dan penggunaan MPFM telah memberikan nilai tambah yang tinggi sehinga diteruskan pada project selanjutnya – meskipun saya tidak lagi disana.
Tidak dapat dipungkiri, ada bahkan bisa jadi cukup banyak kegagalan dalam penggunaan MPFM, Namun, seperti saya kemukakan, kegagalan penggunaan MPFM leih banyak disebabkan oleh kurangnya pemahaman.
Penggunan MPFM bahkan sudah merambah ke aplikasi utk sales allocation.

Namun sekali lagi – MPFM bukan super duper equipment – tidak semua aplikasi sesuai utk MPFM,. conceptual design, detail, implemtasi dan operation and mainetnance harus dilakukan secara seksama.

Tanggapan 6 – Ray Henry rayxonheaven

Bapak Hanif,

MPFM adalah teknologi yang di gunakan untuk mengganti kan fungsi pengukuran pada test separator atau pun yg sejenis nya, dengan harapan space yang diperlukan lebih kecil.

Saya setuju dengan Pak Elwin dan Pak Munir, imho mungkin perlu di lihat objective, investasi, dan stake yang ada, karena :
1. Walaupun PM nya jarang, biaya nya bisa jadi relative besar karena di luar negeri
2. Regular update komposisi untuk input MPFM, terutama dengan sumur multilayer
3. Terdapat batasan parameter (GVF, P, dsb) agar akurasi nya baik
4. Tidak bs digunakan untuk case clean up atau pun offload
5. Untuk sumur yang produce “fine”, akurasi nya akan berkurang,

Tolong di koreksi bila saya salah.

Tanggapan 7 – Miftachul mmunir@chevron

Betul sekali yang Pak Ray bagi disini seperti pengalaman kami mengoperasikan sejumlah MPFM.

Seingat saya pernah 2 kali kirim tulisan ttg topside MPFM ke Pak Budhi (alm). 1 white paper MPFM untuk alokasi (SEAHFM Workshop) dan 1 ppt untuk welltest (KMI goes kampus). Coba Pak Falhum lihat2 server KMI.
 

Tidak ada yang salah pendapat tidak pasang atau pasang MPFM. Ketika sejumlah MPFM kami pasang di field. Apa yang di kawatirkan pak Elwin danRay sungguh terjadi. Juga benefit yang Pak wisnu utarakan juga kami rasakan. Walaupun akhirnya, kami kurang beruntung harus dismantle semua MPFM terpasang.

 Namun demikian, tahun ini masih ada kerjaan utk review pemasangan sejumlah subsea MPFM utk welltest untuk wet gas field.

 Terima kasih sharing pengalaman dan pikirannya.


Tanggapan 8 – Ruli S

Bulan Agustus tahun 2012 saya melakukan tes koneksi dengan vendor Multiphase/mpm di batam.
Satu orang berasal dari Norway dan satu orang adalah distributornya Jakarta.

mpm ini akan dipasang di permukaan bukannya di subsea.

saya akan japri anda no. tlp distributornya yang di jakarta.